Ribuan Muhibbin Peringati 100 Hari Wafatnya Ibu Nyai Azizah Aziziyah Saif

Tidak ada komentar Share:
Ribuan Muhibbin Peringati 100 Hari Wafat Ibu Nyai Azizah Aziziyah Saifouridzall

GENGGONG – Ribuan muhibbin (pecinta) Pesantren Zainul Hasan Genggong memadati halaman komplek pendidikan P5 Pesantren setempat, Minggu (05/06/22) malam. Mereka memanjatkan doa demi mengenang 100 hari wafatnya Almarhumah Almaghfurlaha Ibu Nyai Hj. Azizah Aziziyah Saifouridzall.

Acara tersebut dihadiri banyak masyarakat umum. Di antaranya adalah Pengasuh Pesantren Genggong Almukarram KH. Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah. Hadir pula shohibul bait lainnya. Demikian pula dengan ribuan jamaah Majelis Ta’lim wal Maulud Raudlatul Ulum (TaMRU) yang diasuh oleh KH. Moh. Hasan Naufal, salah satu putra dari Almarhumah Ibu Nyai Azizah.

Foto : Zami I TaM Media, KH. Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah dan KH. Moh. Hasan Naufal

Kiai Naufal menuturkan, Almarhumah memiliki sifat-sifat yang patut diteladani santri. Sebagai pengasuh santri putri, Ibu Nyai Azizah dikenal sebagai pribadi yang telaten, sabar, dan menyayangi santri putri.

Kiai Naufal mengaku banyak menerima pelajaran dan nasihat berharga dari Almarhumah.

Foto : Zami I TaM Media, KH. Moh. Hasan Naufal saat menyampaikan sambutan.

“Beliau dawuh, ‘Ingat, Nak. Hidup rukunlah dengan sesama saudara. Pegang erat saudaramu. Meski ada salah tingkah dalam tutur kata, tetap jaga persaudaraan. Jangan sampai terpisah,” tutur Kiai Naufal yang juga karib disapa Nun Boy ini.

Sebagai putra, Kiai Naufal berharap amal dan kebaikan almarhumah selama di dunia menjadi jariyah.

“Beliau sangat tekun mendidik santri. Beliau sangat menyayangi santri. Semoga segala dosanya diampuni oleh Allah,” ungkap Kiai Naufal.

Foto : Ach Refki Adnan/Genggong Nusantara, Jama’ah Majelis TaMRU Genggong

Kepada jamaah (TaMRU), Kiai Naufal berpesan untuk terus memegang erat tali silaturahmi. Selain itu, setiap jamaah tentu diimbau berupaya meniru dan meneladani yang telah dilakukan oleh Almarhumah semasa hidupnya.

“Atas nama keluarga Ibunda Nyai Hj. Azizah Aziziyah Saifouridzall, kami memohon maaf tiada batas bila ada kekurangan dalam sambutan, hidangan, dan segala macamnya. Ruh Almarhumah masih tetap bersama kami putra-putrinya, para santri, dan kita semua,” tutur ulama muda ini.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan yasin oleh KH. Khozin Irsyad. Selanjutnya ada pembacaan tahlil oleh KH. Munir Kholili serta pembacaan Sholawat Nabi Muhammad oleh Jam’iyah Madihin Al Hasanain.

Pewarta : Achrad
Editor : Hasan Djazuli

4/5 - (4 votes)
Previous Article

Hadapi Wabah PMK Jelang Idul Adha, Ini Pesan Ketua Umum MUI Jawa Timur

Next Article

Sekolah Prestasi Pencetak Generasi Qur’ani

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: