Haflatul Imtihan Putra ke-94 PZH Genggong: Bupati Probolinggo Puji Drama Sejarah “Prabulinggi” Karya Santri Genggong

Tidak ada komentar Share:

GENGGONG – Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong kembali menggelar agenda tahunanHaflatul Imtihan ke-94 pada Senin, (02/02/2026) di halaman Pondok Pusat PZH Genggong. Acara ini merupakan wujud syukur atas keberlangsungan tradisi keilmuan yang diwariskan para masayikh.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat. Nuansa religius dan kekeluargaan begitu terasa, menyatukan semangat perjuangan antara pengasuh, ashabul bait, panitia, wali santri, dan alumni yang hadir pada momentum ini.
Ketua Panitia Haflatul Imtihan ke-94, Ustadz Hasan Ridho, menyampaikan harapan mendalam bagi seluruh hadirin.
“Harapan kami, semoga perkumpulan kita di Pesantren Zainul Hasan Genggong ini kelak juga Allah pertemukan kembali di surga-Nya. Semoga kita semua mendapatkan barokah dari para masayikh Genggong. Amin,” tuturnya.

Usai sambutan pembuka, suasana semakin cair dan meriah saat penampilan Mars Pesantren yang selalu dinanti. Uniknya, kali ini para santri menghadirkan nuansa berbeda dengan membawakan lagu khas Nusa Tenggara Timur, “Kaka Tabola Bale”. Penampilan memukau ini menjadi simbol kebhinekaan dan kekayaan budaya Nusantara yang tumbuh subur di lingkungan pesantren.
Nilai-nilai semangat juang pun kian ditekankan saat sesi sambutan keluarga pesantren. Non Muh. Wahid Sabilillah mengingatkan kembali akan pentingnya jihad dalam menuntut ilmu. Beliau menegaskan agar santri meneladani semangat KH. Hasan Genggong.
“Mari mencontoh guru kita. Teruslah mencari dan mengembangkan ilmu. Kita lihat sosok panutan kita, KH. Hasan Genggong, di usianya yang sudah 90 tahun beliau masih haus akan ilmu. Intinya, jangan pernah malas mencari ilmu,” tegas beliau.

Dorongan untuk terus belajar tersebut terbukti membuahkan hasil nyata. Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab menegaskan bahwa prestasi santri PZH Genggong terus meningkat. Hal ini divalidasi dengan pemberian penghargaan kepada santri berprestasi, mulai dari tingkat nasional hingga internasional, serta sebaran alumni yang kini berkiprah di berbagai negara.

Tak hanya unggul di ranah akademik, panggung Haflatul Imtihan ke-94 kemudian dikejutkan oleh kreativitas seni santri melalui drama kolosal berjudul “Prabulinggi”. Drama yang mengisahkan asal-usul Kabupaten Probolinggo sejak masa Kerajaan Majapahit ini sukses memukau para wali santri serta tamu undangan.
Suguhan apik tersebut mendapat apresiasi luar biasa langsung dari Bupati Probolinggo, Gus dr. Moh. Haris, M.Kes. Beliau tak dapat menyembunyikan kekagumannya atas karya para santri.
“Saya surprise, anak-anak santri kita ini betul-betul paham dan bisa menampilkan cerita sejarah tentang Kabupaten Probolinggo dengan sangat baik. Anak-anak kita benar-benar luar biasa,” puji Gus Haris.
Apresiasi tersebut tidak berhenti pada kata-kata. Sebagai bentuk penghargaan nyata, seluruh kru dan pemain yang sukses menampilkan drama tersebut mendapatkan hadiah langsung dari Bupati Probolinggo. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Menjelang akhir acara, suasana semakin istimewa dengan penampilan Band Putra Hafsha. Harmonisasi musik yang disajikan menjadi pamungkas yang menyegarkan, menutup sesi hiburan dengan semangat kebanggaan.
Puncak acara kemudian disempurnakan dengan ceramah agama oleh Wakil Ketua Umum PBNU, KH. Zulfa Mustofa. Tausiyah beliau menjadi penutup rangkaian acara, diiringi doa penuh khidmat yang menandai selesainya ikhtiar tahunan Pesantren Zainul Hasan Genggong dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia. (Daffa/Jaka)

Rate this post
Previous Article

Buku “Genggong yang Saya Kagumi” Diluncurkan, PZH Genggong Perkuat Tradisi Literasi

Next Article

Gelar Haflatul Imtihan Putri ke-94, PZH Genggong Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Peradaban

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan