
GENGGONG – Suasana khidmat dan penuh kerinduan menyelimuti area Pesantren Zainul Hasan Genggong, Selasa (09/12/2025) malam yang bertempat di halaman P5 PZH Genggong. Para santri, alumni, dan muhibbin dari berbagai daerah memadati lokasi acara untuk memperingati Haul Akbar ke-25 Almarhum Al-Arif Billah KH. Moh. Damanhuri Romly.
Acara tahunan yang menjadi momentum untuk meneladani perjuangan dan uswah Kiai Damanhuri ini dihadiri oleh keluarga besar PZH Genggong, para Habaib, ulama, santri, alumni, simpatisan dan jajaran pejabat Pemerintah Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Rangkaian acara diawali pada pukul 18.00 WIB dengan pra-acara yang diisi oleh penampilan Hadroh Al Hasanain yang melantunkan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Suasana semakin syahdu ketika Mas Zainuri dan Gus Haris (Bupati Probolinggo) melantunkan pembacaan Surat Yunus dan Sholawat Muhammad, mengantarkan jemaah menuju acara inti.

Memasuki acara inti selepas Isya, majelis dibuka oleh Ustaz H. Ahmad Ghosi selaku MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Rozin Pramana. Gema tahlil dan Surat Yasin yang dipimpin oleh Kyai Khozin Irsyad dan Habib Hadi bin Jakfar bin Syeh Abu Bakar kemudian membahana, mendoakan almarhum Kiai Damanhuri beserta para masyayikh Genggong yang telah mendahului.
Mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Gus Moh. Irsyad Samsuddin, S.H., menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kehadiran para jemaah. Sebelum menutup beliau mengakhiri pidatonya dengan pembacaan pantun. “Bintang terang di bulan sembilan, bertemu guru di kota Mekkah. Datang ke haul seorang pilihan, dapat ilmu dan barokah.” dawuh Gus Irsyad di hadapan ribuan jemaah.
Suasana semakin menyentuh hati saat acara memasuki sesi pembacaan sastra oleh Gus Haidar, yang kemudian disusul dengan pembacaan Manaqib KH. Muhammad Damanhuri Romli oleh Gus Lukman Qoiduddin Hasanal Bulqiah, S.Pd.

Dalam lantunan manaqib tersebut, riwayat hidup sang guru kembali dikenang. Dikisahkan bahwa KH. Muhammad Damanhuri Romly, atau yang akrab disapa Kiai Damanhuri, dilahirkan di Jombang pada hari yang penuh berkah, Senin Kliwon, 6 Jumadil Ula 1365 Hijriah, bertepatan dengan 8 April 1946 Masehi. Beliau merupakan putra dari pasangan mulia, KH. Muhammad Romly Tamim dan Nyai Hj. Khodijah.
Gus Lukman juga mengurai nasab mulia almarhum yang bersambung pada para auliya. Ayahanda beliau, KH. Muhammad Romly Tamim, adalah putra dari KH. Tamim Irsyad, sosok pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang yang juga masyhur sebagai Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Pembacaan manaqib ini seolah menghadirkan kembali sosok Kiai Damanhuri di tengah-tengah majelis, mengingatkan jemaah pada keluhuran nasab dan keteladanan beliau.

Nuansa spiritual kian terasa saat acara berlanjut pada pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dipimpin oleh Nun Ahsan Abdillah Wahid, lantunan shalawat menggema indah, mengajak ribuan hati yang hadir untuk bermunajat dan meluapkan kerinduan kepada Rasulullah SAW. Kekhusyukan jemaah semakin terlihat saat mahalul qiyam dilantunkan, menambah keberkahan malam haul tersebut.
Puncak acara haul diisi dengan ceramah agama, ceramah pertama disampaikan oleh Al-Habib Hasan Baharun dari Bangil, yang menekankan pentingnya mahabbah kepada aulia Allah. Dilanjutkan dengan ceramah kedua oleh KH. Sa’roni Fadlan dari Sidoarjo yang memberikan pencerahan rohani kepada para santri dan masyarakat.

Rangkaian Haul Akbar ke-25 ini ditutup oleh Habib Qodir bin Shodiq Al-Hamid dengan pembacaan doa tepat tengah malam, memungkasi malam yang penuh keberkahan tersebut. Para jemaah pun meninggalkan lokasi dengan tertib, membawa pulang sirr dan barakah dari majelis haul sang guru. (Zaka)
