Rayakan Hari Guru Nasional, Santri Baitus Sholihin Genggong Sungkem Guru

Tidak ada komentar Share:

GENGGONG – Ratusan santri Pondok Baitus Sholihin, Pesantren Zainul Hasan Genggong, Desa Temenggungan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo rayakan Hari Guru Nasional (HGN), Pada Kamis (25/11/2021).

Kegiatan ini diikuti seluruh santri dan asatidz Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustho-Ulya Baitus Sholihin. Tampak hadir Kepala Madrasah, KH. Ahsan Qomaruzzaman, M.Pd.I., KH. Moh. Hasan Maulana, M.Pd.I. dan jajaran pimpinan.

Di hari spesial HGN ini, ratusan santri pondok asuhan KH. Moh. Hasan Ainul Yaqin lakukan sungkeman pada guru sebagai bentuk penghormatan dan kebaktiannya pada sang guru.

Selepas sungkeman, ratusan santri berjalan kaki bersama asatidz dan shohibul bait menuju makan pendiri pesantren, Alm. KH. Moh. Hasan yang berada di Pondok Pusat.

Selain itu, santri pondok salaf ini, lakukan tradisi sowan ke kediaman pengasuh Pondok Baitus Sholihin, KH. Moh. Hasan Maulana dan KH. Ahsan Qomaruzzaman.

KH. Ahsan Qomaruzzaman dihadapan ratusan santri berpesan agar santri selalu mencari ridho gurunya. “Ilmu itu dengan belajar, barokah itu dengan khidmah, dan manfaat itu bisa dicapai dengan taat pada guru,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Nun Aka, santri harus membahagiakan gurunya. “Ya salah satunya, mungkin dengan menyucikan motor gurunya. Jangan hanya punya shohibul bait saja yang dicuci,” jelasnya.

KH. Moh. Hasan Maulana menambahkan, beliau mengutip apa yang pernah disampaikan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah yang berpesan agar jangan pernah melupakan jasa seorang guru. “Jangan sampai sepulang dari Genggong, kalian melupakan guru ngaji di musholla yang berjasa membuat kalian bisa baca,” tegasnya.

Beliau juga mengutip pesan ayahandanya, Alm. KH. Moh. Hasan Saiful Islam. “Guru itu segala-galanya, meskipun kamu tidak salah dita’zir (disangsi) oleh guru, kamu terima, karena disitu letaknya barokah,” jelasnya.

Beliau juga berpesan agar santri menteladani para pendiri Genggong saat belajar di pesantren. “Alm. Kiai Saifouridzall dulu suka berkhidmah saat nyantri di Lirboyo dan di Jombang, Pondok asuhan Mbah Hasyim Asy’ari. Dengan berkhidmah juga akan menghilangkan kesombongan dan keegoan yang menjadi naluri manusia,” pungkasnya. (fid)

Rate this post
Previous Article

Santripreneur Award 2021, Santri Genggong Raih Runner Up

Next Article

Tingkatkan Kompetensi Guru, SMA Zaha 1 Gelar workshop Pembuatan Soal

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: