Bulan Ramadhan, Santri Genggong Mengaji Lima Kitab Kuning

Tidak ada Komentar Share:

GENGGONG – Mengaji dan mengkhatamkan kitab kuning merupakan salah satu tradisi khas di kalangan Pesantren untuk memuliakan bulan suci Ramadhan. Tradisi tersebut telah berlangsung turun temurun. Termasuk di Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Pesantren Genggong menggelar khataman kitab kuning selama 10 hari sejak 1 Ramadhan. Pengajian tersebut dibina langsung oleh para shohibul bait. Termasuk oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah SH MM yang memberikan pengajian kitab Bahjatul Wasail.

Ustadz Ahmad Taufiq Hidayatur Rohman, pengurus Pesantren Bagian Kediniyahan sub Pengajian Kitab mengatakan, ada lima kitab yang dikaji selama 10 hari di Pesantren Genggong. Pengajiannya dilangsungkan di waktu yang berbeda.

“Dimulai dari ba’da Salat Dzuhur, sebelum dan setelah Salat Ashar, ba’da Magrib, dan ba’da Salat Tarawih,” sebutnya.

Pengajian kitab-kitab lainnya dibina oleh KH. Moh. Hasan Naufal M.Pd yang memberi pengajian kitab Shuhufu Musa. Sementara Nun Hassan Ahsan Malik M.Pd memberikan pengajian kitab Ahwalul Qiyamah.

“KH. Ahsan Qomaruzzaman M.Pd mengaji kitab Al-Jannatu Wa Naimuha. Lalu KH. Ahsan Habibifillah M.Pd mengaji kitab Karomatus Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,” terang Ustadz Taufiq.

Ia menerangkan, mengaji kitab kuning sudah menjadi bagian hidup sehari-hari para santri. Namun mengaji kitab kuning di bulan Ramadhan memberikan nuansa berbeda. Hal itu karena kitab yang dikaji adalah kitab yang tidak yang berbeda dengan kurikulum reguler.

“Khataman kitab mulai pukul 12.00 dan berakhir sekitar pukul 23.00. Alhamdulillah santri antusias mengikuti kegiatan ini. Tahun kemarin lock down, tidak ada pengajian Ramadhan. Jadi, momen ini sangat ditunggu oleh santri,” terang Ustadz Taufiq. (fid)

Previous Article

Limagoya Kembali ke Perkumpulan Orang-orang Suci

Next Article

Pondok Genggong Gelar Shalat Tarawih Pertama

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: