Libur Ramadhan, Kiai Mutawakkil Minta Santri Tetap Jaga Prokes

Tidak ada Komentar Share:

GENGGONG – Ribuan santri Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pulang kampung. Jumat (23/4/2021) pagi, mereka mulai meninggalkan pesantren dalam rangka libur Ramadhan 1442 Hijriah.

Kepulangan santri ini dibagi menjadi dua tahap. Santri putri pada 22 April dan santri putra 23 April 2021. Santri yang hendak pulang ini diwajibkan mengikuti sejumlah protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan pengurus pesantren.

Ketua Yayasan Pesantren Zainul Hasan Genggong K.H. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M., setelah salat tarawih, berpesan agar santri memanfaatkan libur Ramadhan bersama keluarga tercinta. “Jadikan pulangan ini momentum membahagiakan kedua orang tua yang selalu mendukung kalian,” pesannya.

Selama di rumah, Kiai Mutawakkil juga meminta santri tetap mematuhi prokes. Menurutnya, di beberapa daerah zona merah kasus Covid-19, masih mengalami peningkatan. “Jika tidak penting, jangan keluar rumah. Karena ini masih dalam suasana pandemi,” harapnya.

Di hadapan ribuan santri, ketua umum MUI Jawa Timur, ini mengimbau agar santri tetap menjaga nama baik diri dan keluarga. Serta, menunjukkan akhlaqul karimah di tengah-tengah masyarakat. “Apalagi akhlaq kalian tebar ke lingkungan kalian, maka Kiai Sepuh (K.H. Moh. Hasan) bahagia. Di situlah titik sumber barokah,” jelasnya.

Ia juga berpesan agar santri berbahasa yang lembut (kromo inggil) pada kedua orangtua. “Ini pesan abah (K.H. Hasan Saifouridzall), karena dengan begitu, orang tua akan melihat kebaikan kalian dan pasti orang tua rida dengan ini. Jika orang tua rida, maka Allah SWT., juga akan rida pada kalian,” ujarnya.

Kiai juga mewanti-wanti agar santri tidak membuat kecewa keluarga selama di rumah. “Sementara mengecewakan orang tua dengan disengaja, maka masa depan kalian sangat dikhawatirkan,” tegasnya.

Di akhir pesan perpisahan santri, Kiai Mutawakkil berpesan agar santri kembali ke pesantren pada Syawal nanti tepat waktu. “Kembali tanggal 10 Syawal, karena tanggal 11-nya ada haul Kiai Sepuh. Ini pesan Kiai Hasan Sepuh dulu pada santri sebelum beliau wafat,” ujarnya. (fid/*)

Rate this post
Previous Article

Ketua Umum MUI Jatim: Jalankan Program Kerja dengan Niatan Ibadah

Next Article

Digelar Terbatas, Haul Nyai Hj. Himami Hafshawaty Berlangsung Khidmat

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: