
Prof. Akhmad Muzakki Puji Tanaszaha
GENGGONG – Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag., Grad.Dip. SEA., M.Phil., Ph.D. memuji Pengurus Tanaszaha (Ikatan Alumni, Santri dan Simpatisan Zainul Hasan) dalam […]

GENGGONG – Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag., Grad.Dip. SEA., M.Phil., Ph.D. memuji Pengurus Tanaszaha (Ikatan Alumni, Santri dan Simpatisan Zainul Hasan) dalam […]

Genggong – Ribuan Onthelis penggemar sepeda kuno yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), berkumpul untuk mengikuti acara gowes […]

“Supaya setiap pendekar mempunyai pandangan diatas langit masih ada langit,” ungkap Gus Haris disambut tepuk tangan meriah dari peserta apel.

“Sekolah e kurang adoh,” kata Sekretaris PWNU Jawa Timur tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh para hadirin.

GENGONG – Tanaszaha Komisariat Genggong Se-Nusantara menyelenggarakan kegiatan Expo Kampus Nasional 2023 pada Senin hingga Selasa (23-24/01) di GOR Damanhuri Romly. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi santri XII SLTA yang berada dibawah naungan Yayasan Pesantren Zainul Hasan Genggong perihal jenjang pendidikan selanjutnya.

“Seterusnya berpola hidup yang sehat. Karena alam ini bukan warisan nenek moyang kita tapi titipan cucu kita,” terangnya.

“Dengan niat yang iklhas fisabillah, alhamdulillah bisa sampai dengan selamat dan tetap sehat,” ujarnya saat diwawancarai oleh kru Genggong Nusantara.

GENGGONG – Tim Futsal Daerah A Pondok SMA berhasil mempertahankan gelarnya dalam lomba futsal pada ajang Akhirussanah 2023. Zhoneg Mania keluar sebagai juara usai mengalahkan Daerah B Pondok MA-PK tujuh gol tanpa balas saat partai final (13/01/2023) di lapangan SMK Zainul Hasan Genggong.

GENGGONG – Genggong Nusantara sebagai wadah Kominfo PZH Genggong mengadakan Malam Penghargaan Kominfo 2022 di Aula KH. Moh. Hasan Lt. 2 Kantor Pusat Informasi Pondok (PIP) pada Kamis (12/01/2023) malam. Acara ini merupakan rangkaian agenda pra puncak haflatul imtihan ke-91 PZH Genggong.

Dari situlah, perjalanan hidup putra Pendiri Pesantren Darul Ulum Jombang, dimulai. Perbedaan budaya dan bahasa antara Probolinggo dan Jombang, tak membuat beliau kerepotan untuk beradaptasi. Justru kondisi tersebut menuntut Kiai Damanhuri untuk lebih banyak bersosialisasi dengan banyak masyarakat di Probolinggo.