SMAU-MAM Gelar Wisuda Bersama;
Ini Syarat Ilmu Barokah Menurut Kiai Mutawakkil

Tidak ada Komentar Share:

GENGGONG- SMA Unggulan (SMAU) Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong dan MA Model (MAM) Zainul Hasan Genggong menggelar wisuda bersama pada Rabu (23/06/2021) pukul 08.30 WIB di GOR Damanhury, Pesantren Zainul Hasan Genggong. Wisuda ini diikuti seluruh santri kelas XII dari kedua lembaga tersebut yang berjumlah 122 santri. Namun, bagi santri dari luar daerah pihak panitia menyediakan kanal zoom untuk prosesi wisudanya.

Sebelum masuk ke ruangan, seluruh wisudawan dan wisudawati beserta walinya diminta untuk mengikuti protokol kesehatan yang disayaratkan panitia. Diantaranya, memakai masker, handsanitizer dan menyetorkan hasil swab. “Bagi tamu undangan yang belum sempat swab, pihak panitia menyediakan tes genose dan tempat duduk sudah sesuai aturan social distancing,” jelas ketua panitia, ustadzah Vina Agustina, S.Pd.

Kepala Biro Pesantren Zainul Hasan Genggong, Ustadz Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag. dalam sambutannya mengatakan, SMA Unggulan Haf-Sa dan MA Model Zainul Hasan merupakan dua lembaga yang digagas ketua yayasan guna menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif. “Hari ini kita bisa rasakan hasilnya, tidak hanya sekolah sekolah di kota besar yang bersaing, tapi santri juga mampu mewarnai dunia kampus baik di dalam maupun luar negeri,” akunya.

Sementara itu, Ketua Yayasan, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH., M.M. dalam pidatonya menyampaikan permohonan maaf atas gelaran wisuda terbatas ini. “Acara ini sengaja dibatasi demi keselamatan dan kesehatan bersama, semoga acara ini bersama ridha Allah syafaat Rasulullah dan barokah para Masyayikh,” tuturnya.

Di hadapan wisudawan – wisudawati beliau berpesan agar santri selalu menjaga nilai – nilai barokah ilmu yang telah didapat. Salah satunya, menjaga martabat ilmu dengan cara mengamalkannya, menjaga martabat pesantren dan sekolah karena dari ke dua lembaga ini ilmu di dapat dan menjaga nama baik guru yang telah memberikan kebaikan ilmu serta nama baik pribadi dengan ketaqwaan. “Ini menjadi dasar prinsip kehidupan kalian, kami berharap sebagai juru laden kalian agar menjadi putra putri umat yang sholeh-sholehah baik pribadi maupun sosial dengan iringan barokah sesepuh pesantren. Banyak orang pintar tapi tidak benar, berpengetahuan tapi kurang barokah, ilmunya tidak banyak memberikan manfaat bagi dirinya dan sekitarnya,” ujar Ketua MUI Jawa Timur ini. (fid)

  Next Article

Genggong Gelar Shalat Id Terbatas, Kiai Mutawakkil Ingatkan Bahaya Penyebaran Covid-19 Varian Baru

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: