Majlis Hasbana Santuni Ratusan Anak Yatim

Tidak ada Komentar Share:

GENGGONG- Pawai obor ratusan santri SD Zainul Hasan Genggong diiringi drumben MI Zainul Hasan Genggong, meriahkan acara Rutinan Majlis Dzikir Hasbana. Rabu (25/09/2019), pukul 19.00 WIB, mereka ikut meramaikan acara yang juga diisi dengan santunan untuk anak yatim tersebut.

Arak-arakan santri dimulai dari Lapangan P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong menuju Pondok Baitus Sholihin Genggong Timur. Atau, di kediaman pengasuh Majlis Dzikir Hasbana K.H. Ahsan Qomaruzzaman, yang menjadi venue Rutinan Majlis Dzikir Hasbana.

Adanya pawai ini membuat Jalan Raya Condong, Pesantren Zainul Hasan Genggong, sedikit tersendat. Banyak pengendara dan pejalan kaki berhenti sejenak untuk menikmati arak-arakan ala santri cilik ini.

Di lokasi acara, ratusan jamaah menggelar istighotsah yang dipimpin oleh K.H. Ahsan Qomaruzzaman. Kiai yang akrab disapa Nun Aka tersebut mengatakan, ada sekitar 105 anak yatim dari berbagai daerah yang malam itu akan diberi santunan.

Menurutnya, acara ini merupakan rangkaian pra acara Milad Majlis Hasabana yang akan digelar pada Rabiul Awal 1441 Hijriah. “Ini pra acara Milad Hasbana. Semoga nanti bisa hadir semua,” harapnya.

Koordinator Jamaah Majlis Hasbana Wilayah Selogudig, Kecamatan Pajarakan Ustadz Toriman mengatakan, ada 105 anak yatim mendapatkan santunan. Mereka berasal adari dari berbagai daerah di Kabupaten Probolinggo.

Di antaranya, berasal dari Desa Pesawahan, Racek, Kecamatan Tiris; Desa Condong, Kecamatan Gading; Desa Betek, Kecamatan Krucil; serta dari Desa Selogudig, Pajarakan Kulon, Ketompen, Karangbong, Kecamatan Pajarakan. “Ada juga yang dari Desa Wonorejo, Kecamatan Maron; Desa Tamenggungan, Kecamatan Krejengan dan santri Genggong,” ujarnya.

Selain berdzikir dan memberikan santunan, dalam kesempatan ini juga diisi dengan ceramah agama. Salah satunya disampaikan oleh Kiai Sibaweh. Dalam ceramahanya, Kiai Sibaweh banyak bercerita tentang kecintaan Rasulullah kepada anak yatim.

Beliau mengutip salah satu hikayah yang menceritakan saat Rasulullah melihat anak yatim yang terlantar di pinggir jalan pada Hari Raya. Anak yatim ini dibawa oleh Rasulullah ke kediamannya. Kemudian, dimandikan dan dirawatnya. Bahkan, Rasulullah mengangkatnya sebagai anak. “Rasulullah sangat sayang kepada anak yatim,” ujarnya. (fid/drus)

Previous Article

Tingkatkan Sinergitas, MA Model-MTs Zaha 1 Jalin Kerja Sama

Next Article

Gelar Language Day, OSMAM Gali Potensi Santri

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: