Bustanul Hasan, Pondok Cabang yang Kian Cemerlang

Tidak ada Komentar Share:

Haflatul Imtihan ke-86 dan Reuni Falatansabah ke-8 Pondok Bustanul Hasan Genggong.

GENGGONG- Pondok Bustanul Hasan asuhan Ibu Nyai Hj. Tutuk Hidayati Saifourridzall menggelar Haflatul Imtihan yang ke-86 dan Reuni Falatansabah ke-8 di halaman pondok setempat, Sabtu (27/04/2018) pukul 08:00 WIB.

Acara tahunan ini dihadiri ratusan jamaah yang terdiri dari wali santri, alumni lintas angkatan dan guru senior pondok tersebut. Bahkan ada alumni dari Ketapang, pulau Bali dan Malaysia juga tampak hadir di tengah-tengah acara.

Ning Yusrina Zaharani, Si.Kom dalam sambutan shahibul bait mengucapkan banyak terimakasih pada hadirin utamanya alumni yang telah menyempatkan waktunya untuk memeriahkan haflatul imtihan dan reuni yang kebetulan pada tahun ini di jadikan satu kegiatan.

Putritunggal Nyai Hj. Tutik Hidayati ini juga perpesan pada wali santri agar putra-putrinya pulang dan kembali sesuai peraturan pesantren Zainul Hasan. “Santri wajib mengikuti aturan pesantren, khususnya pulangan ramadhan ini sesuai edaran (peraturan) yang berlaku,” jelasnya.

Kesempatan tahunan ini tidak disia-siakan santri, sejumlah santri putra dan putri unjuk kebolehannya dalam berceramah tiga bahasa dan qasidah. Setidaknya ada satu santri putra menampilkan pidato bahasa Indonesia, sementara dua santri putri berpidato bahasa inggris dan arab. Mereka layaknya penceramah profesional di atas podium. “Harus tampil maksimal demi syiar pondok Bustanul Hasan dan ajang latihan mental santri di depan publik,” tutur ustadz Edi Kurniawan Farid, M.Pd, seksi acara haflatul imtihan.

Pada acara imtihan ini pula sejumlah santri berprestasi mendapatkan apresiasi dari pesantren. Diantaranya; 3 santri penghafal nadzam Aqidatul Awam, 1 penghafal Nadzam Imrity dan 1 nadzam safinatun najah.

Penghafal juz 30 dua santri putra dan 3 santri putri. Juara 1 lomba Rangking 1 dan juara hias kamar masing-masing 1 santri putra dan 1 santri putri. 2 santri putra dan putri dinobatkan sebagai santri teladan Pondok Bustanul Hasan pada tahun ini. serta 12 santri diwisuda seusai dinyatakan lulus Madrasah Diniyah Awwaliyah Bustanul Hasan Genggong.

Gus achmad Syamsul Askandar, S.H,.M.H. dalam ceramahnya mengaku sangat senang atas kehadiran wali santri dan alumni. Beliau berharap silaturrahmi ini dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun. Menantu almarhum KH. Muhammad Zainal Arifin Junaidi ini banyak bercerita sejarah berdirinya Pondok Bustanul Hasan yang sudah berusia 26 tahun. Menurut beliau alumni pondok ini sudah banyak tersebar di masyarakat luas. “Momentum jalinan silaturrahmi ini semoga dicatat sebagai ibadah dan bernilai barokah. Saya belum bisa mengikuti jejak almarhum gus Muhammad yang sering bersilaturrahmi ke alumni,” harapnya.

Sementara itu, Hamzah, salah satu alumni angkatan muda sekaligus haddam saat berbagi kesan-pesan di hadapan teman seperjuangannya, tak bisa banyak mengeluarkan kata-kata. Dirinya terdiam seribu bahasa dan tak kuasa membendung tetesan air mata saat dirinya teringat perjuangan almarhum gus Muhammad dalam ‘menghidupkan’ pondok Bustanul Hasan. “Beliau sosok yang tidak membeda-bedakan kaya-miskin,” kenangnya.

Seusai bercerita, dia langsung bersimpuh di balik podium seraya menangis sesenggukan dan berusaha menghapus air matanya sebelum turun dari pentas. (mfd)

Previous Article

108 Mahasiswa Stikes Lulus Program PSB

Next Article

Puluhan Santri Hafshawaty Ikuti Uji Publik Amtsilaty

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: