Damai Indonesiaku

Tidak ada Komentar Share:
KH. Hasan Mutawakkil Alallah dan KH. Yusuf Mansur
KH. Hasan Mutawakkil Alallah dan KH. Yusuf Mansur

Genggong-untuk yang kesekian kalinya pesantren Zainul Hasan melaksanakan kegiatan yang bersekala nasional. Hari ini (19/10), pesantren Zainul Hasan bekerjasama dengan TV One menyelenggarakan pengajian umum Damai Indonesiaku. Acara yang disiarkan langsung di TV One tersebut  dihadiri oleh ribuan pengunjung.

KH. Hasan Mutawakkil Alallah Dalam sambutannya menyampaikan bahwa mencintai tanah air adalah sebuah kewajiban. Berkaitan dengan hal tersebut, beliau menyampaikan cerita yang terdapat dalam Al-Quran Surah Ibrahim.  Diceritakan bahwa nabi Ibrahim pernah berdoa dan meminta agar tanah dimana beliau tinggal (Makkah) menjadi tanah yang makmur, aman dan tenteram.Dari cerita tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa mencintai tanah air adalah sebuah kewajiban.

Ceramah agama yang kedua disampaikan oleh KH. Yusuf Mansur.  Dalam ceramahnya, KH. Yusuf Mansur menyampaikan bahwa kebanyakan manusia salah cara untuk mendapatkan apa  yang Ia inginkan. Seharusnya, manusia mau belajar dari cerita Nabi Ibrahim ketika ia menginginkan seorang putera.

Selanjutnya, Beliau menyampaikan bahwa Nabi Ibrahim ketika menginginkan seorang putera Ia pergi kepada tuhannya, bukan kepada ahli anak. Setelah itu, Allah memberinya putra yang tampan, yaitu Ismail (Q.S Shaffat).  Dari cerita diatas, seharusnya, jika menginginkan sesuatu seseorang harus langsung meminta kepada Allah sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim.

Selain menyampaikan cara mencapai sebuah keinginan berdasarkan Al-Qur’an, Ustadz Yusuf Mansur juga menyampaikan bahwa untuk menghafalkan Al-Qur’an bukanlah hal yang sulit. “Jangan dihafalkan, karena anda akan bosan. Bacalah terus menerus sampai anda hafal”  Ungkapnya disambu gelak tawa hadirin.  “Bacalah tiga atau empat ayat sebanyak empatpuluh kali. Tanpa anda sadari, anda akan dengan sendirinya hafal” pungkasnya.

Di ahir ceramahnya, KH. Yusuf Mansyur juga menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Syadidul Kirom, siswa MA Model Zainul Hasan, atas keberhasilannya menjuarai Olimpiade matematika di Korea Selatan.(kh)

Previous Article

Damai Indonesiaku: Menyimak Ceramah Ustadz YM di Pesantren Genggong

Next Article

Istiqomah Berikan Pengajian pada Santri

Artikel Lainnya

%d blogger menyukai ini: