Laporan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Tahun 2014-2015

Tidak ada Komentar Share:
Ketua Yayasan, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M. memberikan pengarahan kepada hadirin
Ketua Yayasan, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M. memberikan pengarahan kepada hadirin

Genggong– laporan pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong pada acara silaturrahim pengurus yayasan bersama wali santri senin (01/06) yang dihadiri oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M., ashabul bait, kepala sekolah, dewan asatidz, wali santri, alumni dan simpatisan.

Dalam laporan pendidikan tahun ini, data jumlah santri yang lulus dari tingkat dasar dan menengah sebanyak 1410, sementara yang masih aktif sekolah dan kuliah 7.614 santri (Red, tidak termasuk santri baru), dan jumlah tenaga pengajar total dari tingkat dasar, menengah dan tinggi 621 orang (baca; laporan pendidikan).

Santri Zainul Hasan Genggong banyak menorahkan prestasi dari berbagai lembaga pendidikan, baik di tingkat lokal, nasional dan bahkan iternasional. Sementara para pengahafal nadzom Alfiyah Ibnu Malik :19, hadits arba’in :16, nadzom Imrity :60, nadzom Safinatun Naja karangan KH. Moh. Hasan :36, Khulashoh Amtsilaty :133, dan Tahfidzul Qur’an kategori :30 juz sebanyak 2 santri.

Menurut biro pendidikan, lulusan tahun ini banyak santri yang mendapat besiswa antara lain, MA Model 44, MA zaha 110, SMA zaha 7, SMA Unggulan 31 dan SMK zaha 4 siswa. “jadi sekitar kurang lebih 196 siswa di terima di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta melalui jalur beasiswa,” tutur Dr. Aziz Wahab M.Ag

Biro kepesantrenan menilai sekolah dan pesantren harus saling bersimbiosis mutualis guna memaksimalkan potensi santri. “Tujuan sekolah adalah menyempurnakan pesantren, dan begitu juga sebaliknya,” ungkap Gus dr. Moh. Haris Damanhuri Romly.

“Untuk menggalakkan minat baca santri, pesantrean akan menambah buku-buku baru, dan mengajak semua alumni menyumbangkan buku bacaan pada perpustakaan pesantren, dan akan diadakan lomba menulis karya ilmiah,” lanjutnya.

Sementara menurut pengasuh pesantren, setiap santri tidak hanya mempreoritaskan prestasi saja, tapi juga harus mentaati qonun asasi pesantren ini. “Insyaallah alumni Genggong tidak ada yang menjadi pengangguran, asal taat aturan pesantren,” pungkas putera kedua KH. Hasan Saifouridzall- Nyai Hj. Himami Hafsawaty. (Mfd/Hsn)

Previous Article

Lailatul Qiroah Ke-9, Kiai Mutawakkil Launching Buku Berjudul “Cerdas Spiritual dengan Metode Ikrar Berkarakter Aswaja”

Next Article

Peletakan Batu Pertama; Kepala Staf Kepresidenan Berikan Motivasi Kepada Santri.

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: