Genggong Gelar Ngaji Tani Akbar Hingga Muktamar Kopi Pesantren

Tidak ada Komentar Share:

GENGGONG– Urun rembug bertajuk “Ngaji Tani Akbar” akan digelar di GOR Damanhuri Romly Pesantren Zainul Hasan Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu-Minggu (25-26/01/2019).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan sumber daya lokal bidang pertanian, peternakan, perhutanan dan perkebunan. “Silaturrahim antara petani dan pakar pertanian dengan dunia pesantren ini, sebagai implementasi dalam mewujudkan ketahanan pangan Indonesia,” jelas Gus dr. Moh. Haris Damanhuri Romly, inisiator Ngaji Tani Akbar.

Menurut putra sulung Nyai Hj. Diana Susilowati Saifouridzall ini, Ngaji Tani Akbar ini dijadwalkan akan dihadiri Menteri Pertanian, Menteri Desa PDTT dan Gubernur Jawa Timur. “Sejumlah pakar pertanian, gapoktan, petani dan pesantren, juga akan melibatkan kelompok peternakan, tani hutan dan mahasiswa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, juga akan digelar Musyawarah Nasional Santri Tani Nusantara (Munas STN), Muktamar Kopi dan pembacaan Shalawat Muhammad.

Gus Haris mengaku, Pesantren didesain untuk kemajuan umat dalam mengisi kekosongan model pendekatan bertani. “Munas ini sebagai forum bahtsul masa’il, urun rembug bab pertanian terpadu dan melakukan ijtihad, mencari formulasi terbaik model bertani kekinian sebagai manhaj bertaninya kaum santri tani nusantara,” pungkasnya.

Sedangkan Muktamar Kopi Pesantren, yang dilaksanakan di halaman P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong pada hari yang sama, mengikutsertakan komunitas-komunitas pengusaha dan pencinta kopi se Jawa Timur.

Intan Cahya Kurniasari, Ketua Panitia Muktamar Kopi Pesantren, menuturkan, bahwa acara ini digelar pertama kali di Indonesia. “Kebetulan komunitas kopi saat ini banyak, khususnya di Kabupaten Probolinggo. sehingga perlu adanya pencerahan dan informasi bagaimana cara bertani kopi yang benar”. Ungkapnya.

Menjaga kualitas hasil panen kopi, lanjut Intan, meningkatkan produktifitas hingga memasarkan kopi akan menjadi bahasan pada Mutamar Kopi Pesantren ini, “Komunitas santri di Indonesia kan banyak, sehingga bisa dijadikan peluang pangsa pasar yang cukup efektif”. Tutur gadis yang juga menjadi Ketua HIPMI Kabupaten Probolinggo ini. (fid/yex)

Previous Article

Muktamar Kopi Pesantren, Pertama di Indonesia

Next Article

Asah Wawasan Jurnalistik, SMA ZAHA 1 Genggong Kunjungi Kantor Majalah Aula PWNU & Kantor Metro TV Jawa Timur Surabaya

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: