Khidmat Lailatul Qiro’ah dan Haul Nyai Himami Hafshawaty, Ribuan Jemaah Larut dalam Keberkahan Ramadan

Tidak ada komentar Share:

GENGGONG – Lantunan doa dan suasana khidmat menyelimuti Aula Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong pada Jumat (27/03) Sore hari. Para santri, alumni, simpatisan, beserta masyarakat luas dari berbagai penjuru tampak tumpah ruah memadati area pesantren untuk menghadiri majelis agung Malam Puncak Lailatul Qiro’ah sekaligus peringatan Haul Almarhumah Al-Arifah Billah Nyai Hj. Himami Hafshawaty.

Dalam acara tersebut, turut hadir Pengurus Pimpinan Wilayah Jam’iyyah Qurra wal Huffadh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Timur, KH. Drs. Ahid Sufaiji, M.S.I., yang didampingi langsung oleh segenap sahibul bait PZH Genggong. Suasana khidmat mulai terasa saat pembacaan Surat Yasin dan Tahlil yang dipimpin oleh Mas Fajar Zainuri Zubair, dilanjutkan dengan lantunan selawat Nabi oleh Nun Hasan Ahsan Malik (Nun Alex) dan KH. Moh. Hasan Naufal (Nun Boy).

Menjadi sebuah tradisi yang penuh keberkahan pada setiap tanggal 10 Ramadan, ribuan tamu undangan dan santri tidak beranjak dari lokasi untuk berbuka puasa bersama ashabul bait. Sembari menunggu ikamah salat Magrib, acara diisi dengan pembacaan Selawat Barzanji karya Sayyid Zainal ‘Abidin Ja’far bin Hasan al-Barzanji yang dipimpin langsung oleh Nun Alex.

Memasuki malam hari selepas salat Tarawih, puncak Lailatul Qiro’ah dimulai dengan gema ayat-ayat suci Al-Qur’an yang membalut pesantren dengan nuansa syahdu.

Bupati Probolinggo, dr. H. Moh. Haris, M.Kes. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lailatul Qiro’ah bukan sekadar acara seremonial, melainkan tradisi rohani yang telah mengakar panjang sejak era Almarhum Al-Arifbillah KH. Muhammad Hasan Hafidzul Ahkam (Nun Atong).

“Meskipun Almarhumah Nyai Hj. Himami Hafshawaty telah wafat raganya, namun nasihat dan keteladanan beliau akan terus melekat sepanjang masa bagi para santri,” tutur Gus Haris.

Pada momentum mulia tersebut, turut diberikan penghargaan kepada santri Takhassus Al-Qur’an PZH Genggong. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan para juara Musik Pengantar Sahur (MPS) Kabupaten Probolinggo yang selama ini menjadi tradisi syiar masyarakat setempat.

KH. Drs. Ahid Sufaiji, M.S.I, dalam kesempatannya mengungkapkan rasa bangganya dapat hadir di majelis ini. Beliau menegaskan bahwa tonggak kejayaan JQHNU di Jawa Timur memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan PZH Genggong.

Acara ini juga menjadi pengingat bagi para jemaah untuk meneladani sosok Ibunda Nyai Hj. Himami Hafshawaty. Hal tersebut dipertegas oleh Khalifah PZH Genggong, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M. Dalam sambutannya, Kiai Mutawakkil menceritakan kisah perjalanan ayahanda dan ibunda tercinta yang sarat akan nilai keteladanan bagi umat.

Suasana majelis kemudian semakin sejuk dan menggetarkan hati dengan penampilan Qari dan Qariah tingkat Nasional hingga Internasional, yakni Ustadz Syamsuri Firdaus dan Ustadzah Alfina Rahma Mawaddah. Lantunan indah ayat suci yang dibawakan sukses membuat ribuan jemaah larut dalam kekhusyukan.

Rangkaian malam penuh keberkahan ini akhirnya ditutup dengan kesempurnaan melalui ceramah agama dan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Fatwa MUI Jawa Timur, KH. Dr. Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I. Tausiyah yang disampaikan mampu menyegarkan kembali rohani para jemaah, menutup majelis dengan penuh rida dan kedamaian. (Daffa)

Rate this post
  Next Article

Buku “Genggong yang Saya Kagumi” Diluncurkan, PZH Genggong Perkuat Tradisi Literasi

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan