Inspirasi dari Sang Ayah, Nun Adil Siap Jaga Atsar Masyayikh Lewat Pagar Nusa

Tidak ada komentar Share:

PROBOLINGGO – Siapa sangka, sebuah forum resmi di pondok pesantren yang khidmat justru melahirkan kejutan besar bagi dunia pencak silat Nahdlatul Ulama di Kota Kraksaan. Konferensi Cabang (Konfercab) III PSNU Pagar Nusa, yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurid Dahlani, Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar, Minggu (7/9/2025), menetapkan seorang pemuda yang belum menikah, secara bercanda menyebut dirinya “bau kencur”, sebagai nakhoda baru.

Namanya Ahsan Abdillah Wahid, yang akrab disapa Nun Adil. Dalam satu suara bulat, para peserta konfercab menaruh harapan besar padanya. “Alhamdulillah, ini kehormatan sekaligus tantangan. Di usia yang relatif muda, saya didorong teman-teman untuk membangun Pagar Nusa Kota Kraksaan. Dari lubuk hati, Bismillah, saya siap,” ucapnya.

Amanah itu tak main-main. Nun Adil menyebut Pagar Nusa bukan sekadar perguruan pencak silat. Ia adalah atsar warisan para masyayikh yang harus dijaga, dirawat, dan disebarkan nilai-nilainya. “Masa depan Pagar Nusa ada di tangan saya. Besar atau jayanya tergantung seberapa kuat saya memegang amanah para guru,” katanya dengan nada serius.

Visi yang ia usung tak sekadar membesarkan nama, tetapi membumikan Pagar Nusa agar menjadi teladan bagi perguruan lain, memberikan rasa tenteram dan damai di tengah masyarakat. Mengutip dawuh KH Abdullah Maksum Jauhari, ia menegaskan, “Pesilat itu mengamankan sekitar, bukan membuat sekitar merasa terancam.”

Dari sisi strategi, Nun Adil mulai merancang konsolidasi besar-besaran. Ia ingin para kader di tingkat bawah dirangkul erat oleh pimpinan di tingkat atas agar semangat bela diri berbasis keislaman dan ke-NU-an tidak pernah padam. “Kami ingin jaringan PAC, rayon, dan ranting semakin hidup, semakin solid,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia membawa napas baru bagi organisasi tua ini di era digital. Pendataan anggota tak lagi manual. “Kami berencana membuat website PC Pagar Nusa Kota Kraksaan agar data anggota terhimpun rapi. Juga akan kami kelola media sosial seperti Instagram dan TikTok, supaya Pagar Nusa lebih dekat dengan generasi muda,” bebernya.

Ia berharap target besarnya tercapai untuk melahirkan atlet-atlet Pagar Nusa yang tangguh, religius, dan menjadikan Kraksaan sebagai lumbung pesilat NU yang solid, modern, dan penuh barokah. “Semua amal tergantung niat. Kita ber-NU, kita ber-Pagar Nusa, tujuannya mencari ridho dan barokah para masyayikh. Dengan niat yang baik, langkah ini insyaallah diberkahi,” pungkasnya. (Jhon/Kak)

Rate this post
Previous Article

UNZAH Genggong Terima Kerjasama Universitas Trunojoyo Madura Terkait Kearifan Lokal Madura Pandalungan

Next Article

Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH. Moh Hasan Saiful Islam ke-5 di Pesantren Zainul Hasan Genggong

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan