Muktamar Nahdlatul Ulama, Momentum Indah Kembali ke Rumah

Tidak ada Komentar Share:
KH Mutawakkil Alallah (kiri) berbincang dengan Saifullah Yusuf yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia lokal Muktamar NU ke-33
KH Mutawakkil Alallah (kiri) berbincang dengan Saifullah Yusuf yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia lokal Muktamar NU ke-33

Jawa Pos Pelaksanaan Muktamar Ke-33 NU masih lima bulan lagi. Namun, panitia lokal di Jatim tidak ingin bersantai. Sabtu (28/2) mereka mengadakan soft launching di Kantor PW NU Jatim. Setidaknya 1.500 orang akan dilibatkan dalam pelaksanaan muktamar di Jombang pada 1–5 Agustus 2015 itu.

Ketua Panitia Muktamar Saifullah Yusuf mengatakan, muktamar bakal dihadiri banyak tokoh agama dan tokoh nasional. ’’Kami ingin pelaksanaannya nanti bisa maksimal,’’ ucap pria yang juga Wagub Jatim tersebut. Mereka mengawali persiapan pelaksanaan muktamar dengan mengkhatamkan Alquran bersama. Hal itu dilakukan sebagai doa untuk kelancaran pelaksanaan muktamar.

Saifullah menyatakan telah menyiapkan 1.500 panitia untuk menyukseskan muktamar. Mereka akan melayani setidaknya 5 ribu peserta resmi dan 50 ribu peserta penggembira. Selain itu, dia sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan panglima daerah militer (Pangdam) untuk mem-back up pelaksanaan muktamar. ”Kepolisian juga sudah melakukan rekayasa lalu lintas dan keperluan dapur,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Jombang kali pertama menjadi tempat pelaksanaan muktamar NU. Sebelumnya, muktamar dilaksanakan beberapa kali di Surabaya, Malang, Situbondo, dan Kediri. ”Begitu banyak ponpes di Jatim. Jombang belum pernah menjadi lokasi muktamar,” ujarnya.

Karena itu, pelaksanaan muktamar mendatang menjadi momentum paling indah bagi pengurus maupun muktamirin NU. Sebab, Jombang merupakan tanah kelahiran tokoh penting NU, yaitu Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dengan begitu, pelaksanaan muktamar nanti sekaligus mengajak seluruh stakeholder untuk berziarah di Jombang.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menuturkan, mempersiapkan muktamar di Jombang tidak mudah. Sebab, tidak ada satu pun ponpes yang dapat menampung lebih dari 5 ribu peserta. Karena itu, pelaksanaan muktamar mendatang akan melibatkan empat ponpes. Yaitu, Tebuireng, Bahrul Ulum Tambakberas, Darul Ulum Peterongan, dan Mambaul Ma’arif Denanyar.

Masing-masing ponpes dapat menampung sekitar seribu peserta. Pelaksanaan rapat pleno dipusatkan di Alun-Alun Jombang. Kemeriahan muktamar juga dilengkapi bazar dan seminar yang membahas isu-isu aktual dunia. Bahkan, dia memastikan Presiden Joko Widodo akan membuka Muktamar Ke-33 NU dan ditutup Wakil presiden Jusuf Kalla.

Saat ini panitia muktamar mulai menyosialisasikan ke seluruh stakeholder untuk memberikan informasi kepada seluruh elemen, baik tokoh agama, umat Islam, pengusaha, maupun penggerak lembaga sosial masyarakat (LSM). Selain itu, panitia telah melakukan konsolidasi agar seluruh cabang NU terlibat dalam pelaksanaan muktamar. Juga membahas program kerja serta pemilihan ketua umum dan rais aam. ”Pemilihan rais aam diserahkan kepada muktamirin,” jelas pria yang juga menjabat sebagai wakil gubernur Jatim itu.

Muktamar tersebut juga akan melibatkan tokoh-tokoh penting agama di seluruh Indonesia maupun internasional sebagai pengamat dan peninjau. Di antaranya, seluruh tokoh agama di negara Arab, Singapura, Australia, Amerika Serikat, Hongkong, dan Jepang. Hal itu sesuai dengan tema muktamar kali ini, yaitu meneguhkan Islam Nusantara agar menjadi energi membangun peradaban dunia.

Soal anggaran, Saifullah mengatakan, hingga saat ini kebutuhan anggaran masih dihitung. Namun, biaya pelaksanaan muktamar diperkirakan Rp 15 miliar. Anggaran tersebut diperoleh dari bantuan loyalitas berbagai pihak, baik APBD maupun APBN. Selain untuk penyelenggaraan muktamar, dana sebesar itu digunakan untuk perbaikan infrastruktur ponpes. Misalnya, kamar mandi, cuci, dan kakus (MCK), bantal, kasur, serta menyiapkan angkutan masal.

Bagaimana soal bakal calon rais aam? Saifullah mengaku belum membahas hal itu. Saat ini fokusnya adalah kepanitiaan muktamar. ”Yang jelas, kriteria yang kami cari bukan yang ahli, tapi yang alim,” tandasnya. (ayu/c6/ayi)


sumber www.jawapos.com/baca/artikel/13680/muktamar-nu-momentum-indah-kembali-ke-rumah-
Previous Article

Enam Kecamatan Terdampak, Mahasiswa Inzah Bagi Masker

Next Article

▶ Ceramah Imtihan 82 oleh KH. Yusuf Mansur – Barokah serta mengambil Atsar Ulama Salaf dan Para Nabi

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: