Ini Pesan Kiai Mutawakkil Alallah Kepada Wisudawan – wisudawati

Tidak ada komentar Share:

GENGGONG- Sebanyak 208 santri kelas XII SMA Unggulan Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong dan MA Model Zainul Hasan diwisuda pada Minggu (12/06/2022) Pukul 08.00 WIB di GOR Damanhuri, Pondok Setempat.

Wisuda bersama dua lembaga di bawah Yayasan Hafshawaty, Pesantren Zainul Hasan Genggng ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M. Kepala Biro Pendidikan, Ust. Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag. dan sejumlah tamu penting lainnya.

Penyematan kalung wisudawan dan wisudawati diberikan langsung oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah yang didampingi kepala sekolah dari dua lembaga pendidikan menengah atas ini.

Juga diwisuda, santri program tahfidz Pondok Hafshawaty yang berjumlah 28 santri dengan rincian, 18 santri dari SMA Unggulan Haf-Sa dan 10 santri dari MA Model Zainul Hasan.

Selain itu, ada tiga santri terbaik dari masing-masing lembaga ini yang mendapatkan penghargaan sebagai wisudawan – wisudawati terbaik pada tahun 2022 ini. Malikal Firsta dari SMA Unggulan Haf-Sa dan Shavreena dan Jinani Firdausiah dari MA Model.

Biro Pendidikan, Ust. Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag dalam sambutannya mengapresiasi atas prestasi nasional dan internasional dari SMA Unggulan Haf-Sa dan MA Model Zainul Hasan.

Menurut beliau, kedua sekolah ini adalah lembaga pendidikan pesantren yang memiliki target jelas dengan bukti puluhan bahkan ratusan prestasi yang dicapai setiap tahunnya. “Kalau bapak ibu ke kantor sekolah, maka akan ditemukan deretan lemari yang dipenuhi medali prestasi,” akunya.

Beliau berpesan agar santri yang lulus dari pesantren untuk tidak langsung berhenti begitu saja, tapi memohon ijin membawa putra – putrinya ke pengasuh pesantren. “Mintalah restu dan doa barokah jika mau berhenti dari pesantren,” pesannya.

Beliau mewanti-wanti agar santri yang nantinya kuliah baik di dalam negeri maupun luar negeri agar tetap berpegang teguh pada aqidah yang diajarkan di pesantren. “Aqidahnya harus tetap aqidahnya Kiai Hasan Genggong dan akhlaknya tetap akhlak santri,” pintanya.

Sementara itu, Kiai Moh. Hasan Mutawakil Alallah dalam pidatonya mengatakan, pesantren bukan sekedar lembaga pendidikan, namun juga syiar agama dan wadah proses praktek pembinaan dan pelaksanaan kerangka berfikir ulama salaf dari kalangan paham Aswaja. “Pesantren merupakan manahij ulama min ahlissunnah waljamaah annahdliyah,” jelasnya.

Beliau berpesan agar santri tetap mengamalkan amaliyah ubudiyah pesantren, serta menjaga akhlaqul karimah. “Tolong anak-anak wiridannya dijaga, itu ada sanat dari guru yang di munjiyat. Jaga martabat ilmu, harga diri, keluarga dan martabat sekolah dan pesantren dengan menempatkan akhlaq di atas segalanya,” pintanya. (fid)

4.5/5 - (2 votes)
  Next Article

Haul Nyai Hj. Endah Nihayati Saif Dibanjiri Ribuan Warga

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: