
Genggong-Sebagai salah satu sekolah yang meperhatikan bakat dan kemampuan khusus siswa, MA Model Zainul Hasan mempersembahkan drama yang dikombinasikan dengan musikalisasi puisi yang berjudul “Demokrasi di Negeri Setan”.
Drama yang langsung disutradarai oleh Ust. Nur Komari tersebut bercerita tentang burukknya demokrasi di Indonesia yang tidak lagi sesuai dengan tujuan demokrasi itu sendiri. Demokrasi kita saat ini adalah demokrasi wani piro dimana orang yang mampu membeli suara lebih bayak, maka ia yang akan menang.
Dalam drama tersebut digambarkan beberapa calon presiden yang akan maju dalam pemilihan presiden di Negeri Antah Berantah melakukan kampanya. Dari lima calon presiden satu calon yang terahir digambarkan memberikan uang duapuluh ribuan sambil berkata “Ini sekedar untuk ganti makan siang, nanti pilih saya ya?”.
Dari sepuluh orang perwakilan masyarakat yang mengikuti kampanya terbuka tersebut, hanya satu yang menolak ketika diberi uang makan sambil berkata “Saya tidak mau menerima uang ini, saya pernah mondok di Genggong, dan belajar hadis bahwa sesungguhnya penyuap dan yang menerima suap akan masuk neraka”.
“Penampilannya bagus, dan pesannya juga sudah bagus, namun seharusnya sebelum mengucapkan salam penutup salah satu pemeran menyampaikan pesan secara tersurat” ungkap salah satu penonton ketika ditanya tentang penampilan drama ini. (kh)
