Kategori
Berita Terbaru

Nyai Hj. Himami Hafshawaty, Sosok Penyabar nan Sederhana

GENGGONG- Haul Almarhumah Al-Arifah Billah Nyai Hj. Himami Hafshawaty ke-33, Senin (11/4/2022) di halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong dihadiri ribuan jamaah. Jamaah yang memadati halaman pesantren ini datang dari berbagai daerah. Baik Probolinggo dan luar Probolinggo. Tidak hanya masyarakat sekitar, simpatisan dan alumni juga hadir di acara ini.

KH. Moh. Hasan Mutawakki Alallah, putra dari Almarhumah, seusai pembacaan surah Yasin dan Tahlil menceritakan manaqib Sang Ibunda. Menurut Kiai Mutawakkil, almarhumah adalah sosok penyabar.

“Sejak saya mulai aqil baligh dan tamyiz, saya tidak pernah melihat Umi merengut ke Abah, bahkan tidak pernah marah pada anak-anaknya,” kenangnya.

Kiai Mutawakkil menuturkan, jika ada sesuatu hal yang tidak berkenan di hati, Almarhumah hanya merespons dengan cara menundukkan kepalanya.

“Saat Abah pulang dari bepergian, Umi tidak pernah bertanya dari mana, tapi bertanya butuh apa kepada Abah,” terang Kiai Mutawakkil.

Tidak hanya penyabar, sosok almarhumah juga dikenal pribadi yang sederhana. Bahkan semasa hidupnya tidak pernah pakai perhiasan emas.

“Yang dipakai hanya perhiasan imitasi. Dulu pernah saya jual motor hasil usaha tembakau untuk dibelikan perhiasan emas sebagai hadiah milad Umi, dan ternyata di kemudian hari diberikan ke saudari saya,” kenang Kiai Mutawakkil.

Kiai Mutawakkil juga mengenang sebuah kisah setelah Almarhumah wafat. Abah beliau, Kiai Hasan Saifouridzall merasakan kesedihan mendalam. Bahkan ingin menyusul almarhumah yang lebih awal wafat.

“Abah bilang tak kerasan lagi di dunia ini. Ingin ikut Umi yang telah dipanggil lebih awal oleh Kiai Hasan Sepuh,” ungkap kiai Mutawakkil.

Selang 14 bulan dari wafat Almarhumah, Kiai Hasan Saifouridzall wafat pada Jum’at, seperti hari wafat istri tercintanya.

“Abah ingin wafat di hari yang sama seperti Umi, hari Jum’at,” ungkap Kiai Mutawakkil. (fid)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Exit mobile version