Tanaszaha Komisariat Yogyakarta Raya Resmi Terbentuk

1 Komentar Share:

YOGYAKARTA – Alumni Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong yang berdomisili di Yogyakarta berkumpul dalam kongres Limagoya (Lingkar Mahasiswa Genggong Raya), Jum’at (27/11/2020). Agendanya adalah pergantian kepengurusan. Namun ada yang istimewa. Sebab selain pergantian pengurus, kongres juga memutuskan pergantian nama organisasi alumni Genggong.

Foto bersama Nun Alex & Pengurus DPP Tanaszaha
Foto bersama Nun Alex & Pengurus DPP Tanaszaha

Alumni Genggong yang berdomisili di Yogyakarta, awalnya berteduh dalam organisasi bernama Lingkar Mahasiswa Genggong Raya (Limagoya). Di kongres tersebut, namanya diganti menjadi Tanaszaha (Ikatan Alumni Santri Pesantren Zainul Hasan) Genggong Yogyakarta.

Pergantian nama ini dilakukan untuk melaksanakan perintah Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong K.H. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah yang dituturkan dalam acara EXPO Kampus Nasional 2020, Januari lalu. Kala itu, Kiai Mutawakkil menyatakan bahwa nama resmi organisasi alumni Genggong adalah Tanaszaha.

Foto bersama Nun Alex & Pengurus DPP Tanaszaha 2

Sejak saat itu, alumni Yogyakarta sadar bahwa perlu adanya perubahan dalam sisi nama organisasi. Perkara mengganti nama tentu bukan hal mudah. Terlebih lagi, Limagoya telah berusia 14 tahun sejak dibentuk pada tahun 2006. Namun sebagai santri, alumni Yogyakarta memutuskan untuk mengikuti perintah Pengasuh Pesantren. 

Dalam kongres, Muhammad Ilyas, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terpilih menjadi ketua. Ilyas menyatakan akan berusaha memimpin organisasi dan para alumni Yogyakarta dengan baik.

“Semoga Tanaszaha bisa membawa kami lebih dekat dengan Para Pendiri dan Muassis Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong,” harapnya.

Sehari setelah kongres, dilakukan pengukuhan pengurus Tanaszaha Yogyakarta Raya sekaligus pembacaan istighotsah, Sabtu (28/11/2020). Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Tanaszaha Dr. Abdul Aziz Wahab M.Ag hadir bersama jajaran pengurus DPP Tanaszaha. Doktor Aziz memberikan sambutan di acara tersebut.

“Mahasiswa dan pemuda sekarang harus mempunyai karya, terlebih dalam bidang ilmiah. Sebab dengan hal itu pula kalian mampu mengharumkan nama besar Genggong,” pesan Doktor Aziz Wahab.

Selanjutnya dilakukan pengukuhan pengurus Tanaszaha Yogyakarta Raya. Para pengurus dibai’at oleh Pengasuh Pesantren Genggong Nun Hassan Ahsan Malik S.Sy M.Pd. Nun Alex, sapaan karib ulama muda ini juga memberikan ceramah untuk memotivasi pengurus dan para alumni Yogyakarta.

“Nama Tanaszaha adalah nama pemberian dari Guru kita, Almarhum Al-Arif Billah K.H Hasan Saifouridzall. Nama Tanaszaha ini memiliki makna dan arti yang suci. Proses pembuatan nama ini juga begitu suci,” terang Nun Alex.

Kepala MA Zainul Hasan 1 Genggong ini mengungkapkan, sebelum memutuskan nama, KH. Hasan Saifouridzall bertirakat dan beristikharah. Tujuannya adalah untuk kebaikan organisasi di masa mendatang.

“Setelah Limagoya diganti dengan Tanaszaha, arah alumni Genggong yang tinggal di Yogyakarta semakin jelas. Kiblatnya juga jelas ke Genggong. Semoga hal ini menjadi sebab kita mendapatkan Syafaat kelak,” tutur Nun Alex. (*)

Editor: Abdur Rohim Mawardi

Previous Article

Suweg Genggong Bikin Penasaran Pengunjung

Next Article

MASA PANDEMI, STIH ZAHA GENGGONG GELAR YUDISIUM 2020 ONLINE

Artikel Lainnya

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: