Supaya Ilmu Berdaya Guna, Begini Kata Kiai Mutawakkil

Tidak ada Komentar Share:

GENGGONG: Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong K.H Moh Hasan Mutawakkil Alallah, S.H, M.M, mengatakan kepada para wisudawan-wisudawati agar senantiasa menjadi insan yang pandai bersyukur terhadap nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT. Termasuk nikmat anugerah karena mampu menyelesaikan pendidikan dan diwisuda sebagai tanda selesainya satu tingkatan dalam proses pendidikan tinggi.

Hal ini diungkapkannya saat beri sambutan pada acara wisuda Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (INZAH) dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan Kraksaan ke XXVI 2019 di bawah Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kabupaten Probolinggo, Kamis (14/11) kemarin.

Selain itu, Kiai Mutawakkil meminta para wisudawan-wisudawati dari segala jurusan untuk selalu mengikuti ajaran salafunas sholeh. Hal itu, menurutnya, agar ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat.

“Kita sebagai santriwan-santriwati, apapun jurusan yang diambil, apapun disiplin ilmunya, apapun latar belakangnya, jangan lupa dengan mata rantai keguruan ini. Supaya ilmu yang diperoleh berdaya guna,” harap putra Almarhum K.H. Hasan Saifouridzall.

Dikatakan Kiai Mutawakkil, perguruan tinggi yang berada dibawah naungan pesantren harus mampu membentuk dua karakter sekaligus, yakni karakter kampus dan karakter pesantren. Tidak boleh satu dari dua karakter ini ditinggalkan.

“Karena bagaimanapun juga, keberadaan pesantren dan eksistensi pesantren, merupakan kesadaran kita untuk selalu berada di jalur yang diperintahkan oleh Allah melalu ajaran aqidah syariat dan akhlak yang diturunkan kepada Nabi Muhammad,” dawuh mantan ketua Tanfidziyah PWNU ini.

Prosesi wisuda ke XXVI ini digelar di Gedung Islamic Centre Kota Kraksaan, mulai pukul 8.00 Wib. Ada 481 wisudawan dari INZAH, sisanya merupakan mahasiswa – mahasiswa STIH sebanyak 58 orang dan Profesi 1 Tahun (I-TECH) sejumlah 24 orang.

Wisudawan INZAH berasal dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Perbandingan Madzhab (PM), Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Juga dari Prodi Ekonomi Syari’ah (ES) dan Prodi Perbankan Syari’ah (PS). (dra)

Previous Article

MA Zaha 1 Gelar ABS Internal

Next Article

Nun Boy : Barokah itu Bagaikan Angin

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: