ASAZHONE Peduli Andung Biru

Tidak ada Komentar Share:

GENGGONG – Kepedulian masyarakat untuk korban bencana desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, kabupaten Probolinggo terus berdatangan. Kali ini dari sejumlah santri kelas XII MA Zainul Hasan, SMA Zainul Hasan, SMA Unggulan Haf-Sa, MA Model Hafshawaty dan SMK Zainul Hasan yang turut berbagi untuk korban bencana longsor dan banjir bandang beberapa bulan lalu.

Santri kelas akhir ini, sepakat untuk menggalang dana pada Selasa (25/12/2018). Mereka terjun langsung ke lembaga-lembaga di bawah Yayasan Pesantren Zainul Hasan Genggong dari tingkat menengah sampai tingkat tinggi. Berbekal kardus mie instan yang dibungkus kertas putih dan bertulisakan “peduli bencana Andung Biru” mereka mendatangi kelas-kelas meminta sumbangan seikhlasnya pada santri dan guru.

Saat diwawancari, ketua koordinator, M. Irfan Kamil, mengaku kegiatan ini adalah agenda perdana Aliansi Santri Zainul Hasan Genggong (ASAZHONE). Satu organisasi santri Zainul Hasan Genggong yang baru dibentuk pada 17 Desember 2018 lalu di Pondok Hafshawaty. “Tujuannya untuk mempererat silaturrahmi antar lembaga, sehingga setelah keluar nanti dari pesantren, kita tidak merasa terkotak-kotak oleh sekolah masing-masing. Tapi menyatu di bawah naungan alumni Pesantren Genggong,” tegasnya.

Sementara itu, Moh. Juwandi Rahman, salah satu santri kelas XII SMA Zainul Hasan mewakili tim yang lain mengatakan, tidak hanya dana yang mereka galang. Tapi juga baju-baju layak pakai yang dikumpulkan dari beberapa santri di pondok. Menurutnya, kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian santri pada korban bencana. “Kita melatih rasa sosial dengan terjun langsung untuk membantu saudara kita yang di Andung Biru,” akunya.

Juwandi menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan memberi contoh yang baik pada adik-adik kelasnya, sekaligus memperat santri antar lembaga, khususnya kelas XII yang beberapa bulan lagi akan lulus. “Kami mencoba memberikan yang terbaik untuk pesantren, karena sebentar lagi akan lulus. Tentunya di luar sana, kami akan terus membawa nama pesantren ini,” pungkasnya. (Mfd)

4.2
05
Previous Article

Biro Pendidikan PZH Genggong: Menjadi Profesi Guru itu Pilihan Utama

Next Article

Dewan Ambalan MAN Lumajang bertamu ke MA Model Hafshawaty

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: