Habib, Bukan Jaminan Masuk Surga

Tidak ada Komentar Share:

GENGGONG– Saban tahun, Peringatan Hari Lahir (Harlah) Majlis Ta’lim Al Ahadi Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, selalu dibanjiri jamaah. Begitu juga dengan harlah ke-66 yang digelar di halaman pondok pusat Pesantren Zainul Hasan Genggong, Minggu (2/12/2018).

Ribuan jamaah tumplek blek mengikuti pengajian yang dikemas bersama Maulid Nabi Muhammad SAW., dan Selamatan Haji Baru se Probolinggo itu. Di antara para jamaah, tampak hadir sejumlah pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Di antaranya ada K.H. Moh. Hasan Saiful Islam; K.H. Moh. Hasan Ainul Yaqin; dan Nyai Hj. Idhom Umi Athiyah. Serta, Nun Hasaan Ahsan Malik; K.H. Moh. Hasan Maulana; K.H. Ahsan Qomaruzzaman; dan K.H. Ahsan Habibifillah.

Hadir juga K.H. Husen Ali Karrar dari Madura. Putra K.H. Ali Karrar Shanhaji ini diundang untuk memberikan tausyiah di hadapan ribuan jamaah. Namun, sebelum Kiai Husen menyampaikan tausyiahnya, dalam sambutannya K.H. Moh. Hasan Saiful Islam, selaku pengasuh Majlis Ta’lim Al Ahadi mengajak jamaah meningkatkan takwa kepada Allah SWT.

Kiai Saiful Islam mengatakan, nasab seseorang boleh tinggi. Namun, tingginya nasab tidak akan ada gunanya bila tidak bertakwa kepada Allah SWT. “Jangan sampai karena nasab, kita meninggalkan takwa kepada Allah,” ujaranya.

Kiai Saiful Islam juga membacakan syair yang menceritakan bagaimana Salman Alfarisi diangkat derajatnya oleh Allah SWT., karena ketakwaannya. Serta, bagaimana mencampakkan paman Nabi Muhammad SAW., Abu Lahab karena menyekutukan Allah. “Abu Lahab meski termasuk Bani Hasyim, tetap masuk neraka. Jadi, tergantung ketakwaannya kepada Allah,” ujarnya.

Menurutnya, habib juga merupakan nasab yang tinggi. Namun sama, bila tidak takwa kepada Allah, tidak ada gunanya. “Kalau takwa, ahlan wasahlan. Jangan melihat siapa yang berbicara, tapi lihatlah apa yang dibicarakan,” jelasnya di hadapan ribuan jamaah.

Putra Almarhum K.H. Hasan Saifouridzall ini menganalogikan, apa pun bila keluar dari dubur jendral dan berwarna kuning, jangan diambil. Namun, meski keluar dari dubur ayam, tapi putih berupa telur, ambil. “Keluar dari duburnya ayam, putih berupa telur, ambil karena itu bisa bikin sehat,” pesannya. (*)

Habib, Bukan Jaminan Masuk Surga
Nilai tulisan ini
Previous Article

Bila Tidak Musim, Repot Temukan Caleg

Next Article

FOGEIS Bedah Kiblat Perekonomian Dunia

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: