STIKes Hafshawaty Tingkatkan Kompetensi Lulusan

Tidak ada Komentar Share:

GENGGONG- Kualitas lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hafshawaty, Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, benar-benar dijaga. Ini dibuktikan dengan diadakannya Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat (PPDG) bagi mahasiswa.

Pelatihan yang berlangsung di Aula STIkes, ini bekerja sama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Provinsi Jawa TImur dan Emergency Medical Technician 118 Surabaya. Kegiatan ini yang diikuti oleh 36 peserta dari Prodi D3 Keperawatan, itu digelar selama empat hari mulai Jumat-Senin (2-5/11/2018). Para peserta merupakan mahasiswa yang telah diwisuda, pada 25 Oktober lalu.

Pembantu Ketua I Bidang Akademik STIKes Hafshawaty, Sunanto, S.KM., M.Kes., mengatakan, PPDG ini bertujuan memberikan informasi aktual dan nyata tentang ancaman bahaya bencana dan masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat di Indonesia. Serta, untuk mensosialisasikan berbagai program pemerintah terkait pelaksanaan dan penanggulangan korban bencana alam. Juga mengartikulasikan peran strategis mahasiswa kesehatan dalam setiap upaya penanggulangan bencana alam.

“Mahasiswa kesehatan, khususnya mahasiswa STIKes Hafshawaty dapat mememiliki keterampilan. Serta, kepedulian terhadap berbagai situasi bencana di wilayah Indonesia. Juga dapat memahami tentang sistem penanggulangan penderita gawat darurat. Serta, mampu mengetahui seseorang yang sedang dalam kondisi gawat dan dapat mengatasinya. Jadi, mahasiswa kami bisa siap menghadapi kondisi gawat darurat dengan bekal yang didapat selama pelatihan ini,” harapnya.

Dalam kegiatan ini, lanjut Sunanto, para peserta dibekali materi tentang kegawatdaruratan. Di ataranya, prinsip-prinsip PPDG, penanganan pendarahan dan shock, resusitasi cairan dan jantung paru, problem dan manajemen PPDG, kegawatdaruratan penyakit dalam, kegawatdaruratan pada bayi dan anak, serta pada kehamilan dan persalinan. “Pokonya materinya sangat lengkap,” ujarnya.

Tak hanya mendapatkan teori, para peserta juga diberi kesempatan praktik langsung menangani pasien gawat darurat. Dalam praktiknya itu, peserta mensimulasikan penanganan pasien seolah-olah mereka sedang menangani pasien yang sebenarnya.

Salah satu peserta pelatihan Cinta Olivia Audie Salsa Patrika mengaku, sangat beruntung mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat. Sebab, banyak ilmu yang didapat selama palatihan. “Kami bisa tahu tentang cara dan prosedur menangani pasien gawat darurat. Selama pelatihan ini kami seperti sedang menangani pasien dalam kondisi nyata,” ujar wisudawan terbaik Prodi D3 Keperawatan ini.

Pelatihan ini merupakan pelatihan untuk peserta gelombang pertama. Pihak kampus juga mengagendakan pelatihan gelombang kedua yang rencanananya akan digelar bulan depan. (pin)

STIKes Hafshawaty Tingkatkan Kompetensi Lulusan
Nilai tulisan ini
Previous Article

Jamaah Penuhi Haul K.H. Muhammad Zainal Arifin

Next Article

Beras Analog Khas SMAU Menjadi Daya Tarik Pengunjung

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: