Genggong Wajibkan Santri – Alumni Pilih Gus Ipul-Puti

Tidak ada Komentar Share:
SAMBUTAN: Puti Guntur Soekarno saat memberikan sambutan dihadapan pengasuh pesantren dan ribuan santri.

GENGGONG– Kedatangan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno, benar-benar mendapat sambutan meriah di Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Rabu (14/3/2018), sejak pukul 07.00 WIB, ribuan santri mulai bersiap menyambut cucu Presiden Pertama RI, Soekarno itu.

Ribuan santri putra dengan mengenakan baju putih berbaris rapi di sisi kanan Jalan Raya Pesantren Zainul Hasan Genggong. Mereka menyambut kedatangan Puti mulai depan MTs Zainul Hasan Genggong yang berjarak sekitar 1 kilometer menuju halaman pusat Pesantren Zainul Hasan Genggong yang menjadi venue Silaturahmi Puti dengan para pengasuh Pesantren asuhan K.H. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah ini.

Di halaman pesantren, ribuan santri putri juga sudah siap menyambut perempuan yang baru saja menanggalkan jabatannya sebagai anggota DPR RI itu. Sebagian mereka, berbaris rapi dari pintu gerbang pesantren yang berjarak sekitar 30 meter menuju tempat acara. Sebagian yang lain rela duduk lesehan di halaman pesantren beralaskan karpet. Tak lupa, mereka membawa bendera merah sebagai tanda dukungan terhadap pencalonan H. Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur.

Meski berada di bawah langit tanpa atap, ribuan santri ini tak goyah menjalankan perintah kiai menyambut dan menunggu kedatangan Puti. Syukur, pagi itu matahari terselimuti mendung, sehingga membuat cuaca tak begitu panas. Ditambah lantunan salawat dari Grup Hadrah Pondok Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong, membuat suasana makin terasa adem.

Pukul 09.15 WIB sudah berlalu. Namun, calon pemimpin rakyat Jawa Timur, itu belum menunjukkan tanda-tanda kehadirannya. Para santri juga masih setia menunggu. Begitu juga dengan para grup hadrah sudah tak terhitung berapa lagu salawat yang mereka lantunkan.

Sekretaris Pesantren Zainul Hasan Genggong Taufiq Hidayat mengatakan, kedatangan Puti memang dijadwalkan pukul 10.30 sampai pukul 12.00 WIB. Namun, diajukan dan diperkirakan datang antara pukul 09.00 sampai pukul 10.00 WIB. “Tapi, santri sudah menunggu sejak pukul 07.00 WIB. Mereka sangat antusias menunggu wakil calon gubernur ini,” ujarnya.

Sekitar pukul 11.13 WIB, jamaah hadrah mulai melantunkan Tholaal Badru, menandakan tamu yang mereka tunggu-tunggu sudah datang. Kala itu, Puti memang sudah berjalan menuju lokasi acara didampingi sejumlah pengurus PDI Perjuangan. Dari kedimanan K.H. Moh. Hasan Mutawakkil, Puti mengendarai mobil golf bersama Nyai Hj. Malikal Bulqis dan Ning Hj. Hasanatud Daraini.

Ribuan santri yang semula duduk, langsung berdiri sambil mengibarkan bendera yang sedari tadi mereka simpan baik-baik. Mereka menyambut kedatangan Puti yang kala itu berbusana merah dipadu dengan keredung merah. Politisi PDI Perjuangan ini menuju panggung acara yang disiapkan didampingi sejumlah pengasuh Pesantren Zainul Hasan Gengong.

Di antaranya, ada Nyai Hj. Endah Nihayati; Nyai Hj. Tutik Hidayati; Ny Hj. Idhom Umi Atiyah; dan K.H. Moh. Hasan Saiful Islam. Tak lama kemudian, sekitar pukul 11.29 WIB, acara seremonial dibuka dengan pembacaan surat Al Fatihah. Dilajutkan pembacaan ayat suci Alquran oleh santri Pesantren Zainul Hasan Genggong, Moh. Ilyas.

Usai pembacaan ayat suci Alquran, Ahsanul Haq, selaku pembawa acara sedikit menyinggung soal usia Pesanten Zainul Genggong yang telah mencapai 180 tahun. Alumni Genggong asal Surabaya, ini juga menyebut Pengasuh Pesanten Zainul Hasan Genggong, telah mewajibkan santri dan alumninya untuk mendukung dan memilih pasangan calon gubernur Jawa Timur Gus Ipul-Mbak Puti.

Mendapati seruan ini, ribuan santri langsung mengamini dengan bersama-sama menyanyikan lagu Subbanul Wathon. Lagu cinta tanah air karangan K.H. Abdul Wahab Chasbullah, ini menggema di bawah matahari yang kian terik. Namun, teriknya matahari itu tak membuat ribuan santri keder. Mereka tetap terlihat begitu bersemangat menyanyikan lagi ini sambil mengepalkan tangan ke atas sebagai tanda cinta tanah air.

Lagu Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur menjadi penyambung lagu Subbanul Wathon. Bendera merah yang semula sudah turun, kembali terangkat di atas kepala berkibaran ke kiri dan kanan. Dua lagu ini menjadi penyemangat sebelum acara dilanjutkan dengan sambutan Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, K.H. Moh. Hasan Saiful Islam.

KABEH SEDULUR: Bersama pengasuh pesantren dan ribuan santri, Mbak Puti menyanyikan lagu Subbanul Wathon dan lagu Kabeh Sedulur Kabeh Makmur.

Dalam sambutannya, Kiai Saiful Islam mengungkapkan, kenapa para ulama memilih Gus Ipul sebagai calon Gebernur Jawa Timur. Menurutnya, pilihan itu bukanlah pilihan yang instans. Melainkan, sebuah pilihan yang diambil berdasarkan istikharah dan musyawarah. “Termasuk istikharah dan musyawarah di Pesantren Zainul Hasan Genggong dan puncaknya di Pesantren Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo yang dihadiri 1.000 kiai,” ujarnya.

Karenanya, melalui sejumlah istikharah dan musyawarah itu, akhirnya pilihan para kiai jatuh kepada Gus Ipul. Sedangkan, bersandingnya Gus Ipul dengan Mbak Puti, merupakan juga salah satu keinginan ulama dan pendiri bangsa. Yang mana, selama ini selalu bersandingan antara kaum agamis dan nasionalis. “Karena didukung para kiai, kami semua, para santri, dan alumni Pesanten Zainul Hasan Genggong wajib mendukung Gus Ipul dan Mbak Puti dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Karena itu, kedatangan Mbak Puti ke sini, merupakan suatu kehormatan bagi kami,” ujarnya.

Mendapati dukungan itu, Puti yang juga hadir bersama istri Gus Ipul, Nyai Hj. Fatma, mengaku berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan para ulama. Ia mengaku, menjadi wakil dari Gus Ipul, bukan hanya untuk melanjutkan perjuangan Gus Ipul setelah 2 periode memimpin Jawa Timur. “Ini sebagai panggilan dan takdir Allah SWT., agar kaum agamis dan nasional terus selalu berdampingan,” ujarnya.

Puti juga berpesan agar pada 27 Juni membantunya dengan mencoblos nomor 2. Ia juga menitipkan pesan agar para santri menyampaikan pesan ini kepada kedua orang tuanya. Di bawah terik matahari pukul 12.19. WIB, Puti turun dari panggung berbaur bersama santri. Dia mengajak santri menyanyikan Subbanul Wathon dan Kabeh Sedulur, sebelum acara ditutup dengan doa oleh Pengasuh Pesanten Zainul Hasan Genggong, Nyai Hj. Endah Nihayati. (*)


Baca juga Genggong Keluarkan Maklumat Wajib Pilih Gus Ipul-Puti

Genggong Wajibkan Santri – Alumni Pilih Gus Ipul-Puti
4.3 (85%) 8 votes
Previous Article

Galeri Foto Kabeh Sedulur Kabeh Makmur

Next Article

Lolos Seleksi Kabupaten, Siswa SMAU Wakili Olimpiade Jatim

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: