M.Facture 2018; Ajang Kompetisi Sampah Daur Ulang

Tidak ada Komentar Share:
Daur Ulang: Peserta Cabang Lomba Fashion Show Sampah Daur Ulang pada Ajang M.Facture

GENGGONG–MA Model Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, kembali menggelar Olimpiade tahunan yang diberi nama M-Facture 2018, Kamis (22/2/2018).

Kegiatan tersebut di gelar di halaman Madrasah, yang berada di lingkungan pondok puteri hafshawati Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo.

Even tahunan ini merupakan ajang unjuk gigi santri MA Model Zainul Hasan Genggong dari pembinaan ektrakurikuler selama ini. Dan di tahun 2018 ini, acara tersebut di beri nama M. Facture, yang merupakan kepanjangan dari Mading, Fashion, Cimpos and Photo on the spot Competition.

Selain wadah untuk menampilkan skill santri MA Model sendiri,  M-Facture 2018 ini menjadi ajang kompetisi dan kreatifitas siswa-siswi MTs dan SMP Negeri maupun swasta Se Jawa Timur. Mereka berlomba memperebutkan juara 1, 2,dan 3 serta uang pembinaan dengan total hadiah 8,7 juta rupiah.

“Lomba ini adalah wadah untuk siswa tingkat SMP sederajat yang memiliki kemampuan di bidang Mading 3D,  English Composing,  Insya’ Aroby,  Photo On The Spot,  Fashion Daur Ulang Sampah.” Papar ketua panitia M-Facture 2018  Ustad Badru Tamam, M.Pd.I.

Menurutnya, kompetisi tahun ini bukan saja semata mata mempertimbangkan kecakapan masing masing-masing peserta,  tetapi juga mengajak kepada mereka untuk peduli sampah.

“(Kegiatan) ini tidak hanya semata-mata tentang kompetisi, tetapi juga bukti nyata kepedulian kita terhadap sampah. Seperti (lomba) fashion ini.” Sambungnya.

Selanjutnya, kepala madrasah Aliyah Model Zainul Hasan Genggong, Ning Hj Hasanatud Daraini, S.Pd.I, dalam sambutannya,  mengucapakn selamat datang kepada seluruh peserta dan pendamping.   Beliau berharap, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. “Ahlan wasahlan bi hudlurikum, selamat datang kami ucapkan di lembaga kami” sambutnya.

Acara ini pun juga dimanfaatkan para siswa-siswi MA MODEL untuk memamerkan hasil karyanya, baik dibidang akedemik maupun nonakademik. Beragam karyapun dipamerkan siswa di atas pentas dan di sejumlah stand yang telah di sediakan panitia.  Selanjutnya, beberapa penampilan seni tari tradisional dan kontemporer di tampilkan untuk menghibur peserta saat opening olimpiade,  M-Facture agar bisa di nikmati oleh semua peserta Olimpiade.

Olimpiade ini bukan sekadar ajang promosi sekolah, tapi juga menciptakan budaya akademik di tingkat SLTP sederajat,  yakni budaya kompetisi dengan tujuan menyaring kader-kader terbaik yang nantinya akan bersaing tidak hanya di ranah lokal, regional, tapi juga bisa ke kancah nasional, bahkan internasional.

“Dengan olimpiade ini, diharapkan kemampuan siswa bisa terukur dan teruji,” sambung Beliau.

Sementara itu, Agus Supriyanto,M.Pd.I berpendapat, dengan adanya olimpiade ini akan terbentuk rasa kecintaan terhadap bahasa Arab dan bahasa ingris, sebagai basic madrasah, serta rasa kecintaan siswa terhadap lingkungan sekitar yang bersih dari sampah sejak dini. “Olimpiade kita maksudkan juga untuk membentuk pola pikir kritis, sistematis, dan analitis. Di samping itu untuk membangun nilai pembelajar seumur hidup, tekun dan pantang menyerah. “Ujarnya.

Maulidiyah Zakiyatul Masruroh, salah satu peserta lomba insya’ dari MTs At-Taqwa Bondowoso mengaku senang bisa mengikuti M-facture ini, “Aku senang dan bangga ikut Olimpiade ini, semua ini bisa mengukur kemampuanku, hasil menerima materi pembelajaran dari ustad di sekolah , Semoga MA MODEL Zainul Hasan Genggong semakin maju dan berkembang,” Pungkasnya sambil tersenyum,.*

Penulis : Melli Neora

Aditor: Badru Tamam

2.3
03
Previous Article

108 Mahasiswa Stikes Lulus Program PSB

Next Article

Jas Hijau dan Jas Merah

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: