Sholawat Badar Sambut Para Juara

Tidak ada Komentar Share:
KH Hassan Ahsan Malik menunjukkan piala juara 1 Film Diary Santri kepada para santri

Kedatangan Kru Film “Diary Santri” Disambut Meriah

GENGGONG – Rombongan kru film pendek “Diary Santri” akhirnya tiba kembali ke Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo pada Senin 27 Maret 2017 sekitar pukul 16.00. Kedatangan rombongan disambut gembira oleh para santri yang memenuhi halaman Ponpes Genggong.

Rombongan yang dipimpin salah satu pengasuh Ponpes Genggong KH Hassan Ahsan Malik ini tiba di Bandara Juanda Surabaya pada Minggu malam, 26 Maret 2017. Selanjutnya, kru film yang berjumlah 8 orang dan 2 pendamping ini dijemput para pengurus Ponpes Genggong pada Senin siang.

Dari Bandara Juanda, rombongan ini akhirnya tiba di Ponpes Genggong pada Senin sore. Begitu turun di depan pintu gerbang ponpes, sholawat Badar dari para santri yang berjejer di sepanjang jalan menuju ponpes bergema.

Thola’al badru alaina, min tsaniyatil wada. Wajabassyukkru alaina, ma da’a lillahi daa”. Para santri tak henti-hentinya mengelukan kedatangan rombongan kru film berprestasi ini.

Selain para santri, sejumlah shohibul bait Ponpes Genggong juga turut menyambut kedatangan rombongan. Di antaranya Gus Muhammad Baiduri Faisal, KH Mohammad Hasan Maulana, KH Ahsan Qomaruzzaman, dan Non Ahsan Habibifillah.

KH Hassan Ahsan Malik bersama kru Film Diary Santri saat tiba di Ponpes Zainul Hasan Genggong

Megahnya alunan sholawat tak henti-hentinya bergema mengiringi rombongan yang bergerak menuju maqbaroh (makam) Almarhum Al-Arif Billah KH Mohammad Hasan di sisi Masjid Al-Barokah Genggong. “Sejak di Jakarta, saya ingin langsung ke maqbaroh KH Mohammad Hasan. Prestasi ini adalah barokah dari beliau serta muassis Ponpes Genggong lainnya,” ujar Non Alex, sapaan karib KH Hassan Ahsan Malik.

Film pendek “Diary Santri” yang digarap santri Genggong berhasil menjadi juara di dua kategori sekaligus pada lomba film pendek antar pesantren se-Indonesia. Film ini ditetapkan sebagai film terbaik. Sementara Shinta Wina Maryani, santri yang menyutradarai “Diary Santri”, ditetapkan sebagai sutradara terbaik.

Penghargaan atas prestasi tersebut diserahkan oleh MUI pada malam anugerah Festival Film Santri 2017, Sabtu 25 Maret 2017.

Kemenangan Ponpes Genggong pada Festival Film Santri 2017 yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengharumkan nama Ponpes Genggong. Karena itu, para santri diminta untuk menyambut kedatangan rombongan kru film.

Usai bermunajat di maqbaroh KH Mohammad Hasan, rombongan bergeser ke Masjid Al-Barokah untuk menyampaikan sepatah-dua patah kata.

Mewakili shohibul bait yang lain, Gus Muhammad Baiduri Faisal yang dalam sambutannya mengaku bangga atas prestasi yang ditorehkan kru film “Diary Santri” pada Festival Film Santri 2017. “Ini merupakan sejarah baru bagi Ponpes Genggong. Para santri yang membuat film ini dan seluruh santri, semoga mendapat barokah dari para muassis pondok pesantren,” ujar Gus Muhammad Baiduri Faisal yang diamini seluruh santri.

Selanjutnya giliran Non Alex menyampaikan sambutan. Menurut beliau, prestasi tersebut menunjukkan bahwa kalangan santri juga memiliki potensi besar dalam dunia seni dan dakwah. Karenanya, prestasi kru film diharapkan menjadi pemacu semangat para santri untuk berprestasi di berbagai aspek kehidupan dan pengetahuan.

“Ini adalah takdir Allah untuk kita (Ponpes Genggong, red). Penghargaan ini adalah kemenangan bersama. Saya yakin, Insya Allah banyak pesantren lain yang memiliki potensi dan bakat untuk membuat film-film pendek terbaik,” tutur Non Alex.

Non Alex menegaskan bahwa seluruh pesantren di Indonesia adalah saudara. Karenanya, beliau sangat berharap kalangan pesantren bersatu untuk mensyiarkan Islam melalui seni serta melalui aspek lain yang dikuasai oleh kalangan pesantren.

“Pesantren dapat menunjukkan pada dunia, bahwa santri tidak hanya ahli kitab, ahli agama, namun juga ahli di bidang perfilman,” terang Non Alex.

Prestasi kru film ini juga menginspirasi Non Alex untuk menggagas komunitas film santri. Non Alex menyatakan ingin memadu-madankan pola syiar Islam ‘alaa ahlussunnah wal jamaah dari berbagai pesantren melalui film-film pendek berkualitas. “Semoga rencana ini bisa terlaksana dan mendapat barokah dari KH Mohammad Hasan dan para muassis Genggong,” tutur Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan I Genggong ini.

Tak lupa, Non Alex juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan film ‘Diary Santri’ ini.

“Tanpa kegigihan mereka, mungkin film ini takkan tercipta. Utamanya kepada Altamiz yang dikomandoi oleh Mas Syamsul Anwar. Kru film ini sudah belajar banyak kepada Mas Syamsul Anwar. Kami juga berterima kasih kepada Prodistik di MA Zainul Hasan yang juga banyak membantu proses pembuatan film ini,” ungkap Non Alex. (eem/Biro Kominfo PZH)

Sholawat Badar Sambut Para Juara
3.3 (66.67%) 3 votes
Previous Article

Diary Santri – Trailer

Next Article

Raih Penghargaan Sutradara Terbaik, Shinta: Alhamdulillah!

Lainnya..

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: