Bersalawat sambil Kibarkan Merah Putih

Tidak ada Komentar Share:
Rutinan maulid habsi yang diikuti oleh santri pesantren zainul hasan genggong
Rutinan maulid habsi yang diikuti oleh santri pesantren zainul hasan genggong

GENGGONG – Maulid Habsy yang digelar Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jumat malam (19/8/2016) terasa berbeda. Ribuan santri pesantren asuhan K.H. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah ini tak hanya khusuk bersalawat. Mereka juga mengibarkan bendera merah putih.

Dalam acara yang dimulai pukul 20.50 WIB itu, santri putra dan putri kompak berpakaian serba putih. Santri putra terlihat duduk rapi di masjid dan sekitar pentas yang didirikan di halaman pesantren. Sedangkan, santri putri menempati aula pesantren.

Mereka terlihat antusias mengikuti lantunan salawat yang dibacakan sejumlah ashabul bait. Sambil mengibarkan bendera merah putih dan bendera atribut majlis salawat mereka seakan terbius dengan suara merdu para “vokalis” dan alunan hadrah Al-Hasanain.

Saking asyiknya bersalawat dengan iringin hadrah, sejumlah santri seakan tak kuasa menahan tubuhnya untuk bergerak ke kanan dan ke kiri layaknya orang berjoget. Sehingga, hal ini mengundang perhatian Non Hassan Ahsan Malik yang langsung meminta santri lebih tertib dan khidmat dalam bersalawat. “Orang yang bersalawat itu menggunakan adab. Jangan sampai jogged-joged, karena untuk menghadirkan Rasulullah di majlis mulia ini,” ujarnya.

Dalam acara ini, hadir di tengah-tengah jamaah sejumlah pengasuh pesantren. Di antaranya, K.H. Moh. Hasan Naufal, Non Hassan Ahsan Malik, Non Moh. Hasan Maulana, Non Ahsan Qomaruzzaman, Non Ahsan Habibi Fillah, dan Non Irsyad Syamsuddin. Para penerus sesepuh pesantren ini menempati pentas yang telah disediakan.

Dalam kesempatan ini, K.H. Moh. Hasan Naufal sempat membawakan qasidah Qod Kafani karangan Habib Abdullah, Hadromaut, Yaman. Nikmatnya lantunan bacaan salawat dan khidmatnya jamaah dalam mengikuti acara ini, tak terasa larut sampai sekitar pukul 22.40 WIB.

Pengurus Pesantren Bagian Kediniyahan Ustad Rosuli Zaid  mengatakan, acara ini tidak ada ceramahnya karena waktunya sudah malam. “Waktunya terlalu malam, dawuhnya Non Alex,” ujarnya. (mfd/san)

Previous Article

Siapkan Majalah, Mulai Gembleng Ratusan Santri

Next Article

Indonesia Harus Merdeka Seutuhnya

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: