Pesilat Negeri Jiran Keok oleh Pesilat Kediri

1 Komentar Share:
Tarung Bebas Genggong 2016
Tarung Bebas Genggong 2016

GENGGONG – Animo masyarakat untuk menyaksikan dan mengikuti tarung bebas yang diadakan Komisariat Pagar Nusa Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (30/04/2016) malam, sangat tinggi. Dalam sekejap, area P5 yang jadi venue layaknya lautan manusia.

Bahkan, Jalan Raya Condong yang berbatasan langsung dengan lapangan P5 sampai macet total. Dalam acara tahunan ini, tak hanya diramaikan petarung-petarung dari daerah Jawa Timur. Seperti Malang, Kediri, Blitar, Bondowoso, dan Banyuwangi. Tapi, juga dihadiri oleh pesilat dari negeri Jiran, Johor, Malaysia.

Sebelum adu kekuatan dimulai, acara yang dimulai pukul 20.00 WIB itu, diisi atraksi menarik para pendekar sepuh. Dari Genggong diwakili H. Faisol, pelatih Gasmi, Genggong; Fathur Rozak dari perguruan Macan Tutul, Dringu; dan Bang Latif, pelatih Pagar Nusa Kediri. Sedangkan dari Malaysia ada Datuk Zamslik.

Sejumlah pejabat juga terlihat hadir dalam acara ini. Di antaranya, ada Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo dan Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto. Mereka berbaur dengan para guru perguruan silat dan pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Dalam sambutannya, Non dr. Moh. Harris Damanhuri, ketua Komisariat Pagar Nusa Genggong menegaskan, ada beberapa alasan diadakannya tarung bebas ini. Di antaranya, sebagai forum silaturrahmi para pendekar yang diyakini sebagai salah satu benteng NKRI; menjaga tradisi K.H. Maksum Jauhari yang sudah ada sejak pra kemerdekaan, serta mewadahi para pemuda yang merasa hebat untuk menunjukkan nyalinya di atas ring.

Non Harris yang juga menjabat sebagai penasihat Pagar Nusa Jatim, ini mewanti-wanti agar penonton yang hadir tetap menjaga ketertiban. Karena, acara di tahun-tahun berikutnya bergantung pada acara malam ini. Beliau juga menyerukan pada pemuda yang merasa hebat agar tidak tawuran di jalanan. “Tunjukkan nyalimu di ring ini, jangan seperti banci di jalanan. Sekarang bukan zamannya tawuran,” serunya dengan lantang.

Sementara itu, pucuk pimpinan Pagar Nusa Jawa Timur, K.H. Faidul Mannan menegaskan, agar semuanya menjaga sportivitas seperti diamanahkan almarhum Gus Maksum ‘Di atas lawan di bawah kawan.’ Beliau juga mengatakan, pesialat asal Indonesia juga mampu berjaya di kancah internasional. “Alhamdulillah, pesilat Indonesia meraih juara 3 dunia, mampu mengalahkan pesilat dari Jerman dan Inggris,” ujarnya.

Usai sambutan, acara yang ditunggu-tunggu para pendekar dan penonton pun dimulai. Sesama pendekar atau tukang tawur jalanan naik ke atas ring untuk menunjukkan kebolehannya. Dengan nyali besar mereka saling pukul. Di sinilah terlihat jelas bedanya pendekar dengan mereka yang hanya mengandalkan nyali dan kekuatan.

Pesilat masih menggunakan teknik bertarung, sedangkan tukang tawur jalanan atau mereka yang hanya terbawa emosi terlihat asal pukul. Tak heran, bila sekali-dua kali pukul ada yang langsung sempoyongan. Bahkan, tak sedikit yang harus turun ring dengan pelipis ataupun hidung berdarah.

Sesuai namanya, pertarungan ini bebas. Mereka yang bertanding bebas memukul lawannya memakai cara apapun dengan tangan kosong. Kecuali, daerah kemaluan. Selain itu, boleh mereka pilih tanpa harus menawar.

Nurman Samsudi, salah satu panitia mengatakan, malam itu banyak pendekar yang hadir untuk unjuk nyali. Seperti dari Lirboyo dan Blitar ada 2 bus, sedangkan dari Malaysia yang rencananya ada 15 petarung, yang hadir hanya 5 orang.

Awalnya, para pesilat dari Negeri Jiran ini menang telak ketika melawan tukang tawur jalanan. Tapi, dalam pertarungan berikutnya, sebagian mereka keok oleh pesilat asal Kediri. Sejatinya, sampai acara diakhiri pukul 00:00 WIB, masih banyak pendekar yang belum sempat bertarung. Tapi, acara harus diakhiri. “Pendekarnya masih banyak. Tapi, waktunya memang terbatas,” ujar Nurman. (mfd)

Previous Article

Penyuluhan Sadar Hukum di SMAU Haf-Sa Bersama Dispendik Kabupaten Probolinggo dan Kejari Kraksaan

Next Article

TARUNG BEBAS, DIATAS LAWAN DI BAWAH KAWAN

Artikel Lainnya

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: