Ribuan Warga Hadiri Haul Akbar KH. Sholeh Nahrowi

Tidak ada Komentar Share:
Habib Riziq memberikan tausyiah
Habib Riziq memberikan tausyiah
KH. Hasan Saiful Islam membacakan Biografi KH. Sholeh Nahrawi
KH. Hasan Saiful Islam membacakan Biografi KH. Sholeh Nahrawi

Genggong- Haul akbar ke-13 dalam rangka memperingati wafatnya KH. Sholeh Nahrowi, yang dilaksanakan pada hari Rabu (29/10), dihadiri ribuan umat islam yang memenuhi halaman pesantren Baitus Sholihin. Ceramah agama disampaikan oleh Habib Hasyim Bin Abdullah Assgaf dari Banyawangi dan Habib Rizieq bin Syihab dari Jakarta.

Acara yang digelar di Pesantren yang diasuh oleh KH. Moh. Hasan Ainul Yaqin ini dimulai tepat jam 08.00 dan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Habib Hadi bin Ahmad Assgaf, dilanjut dengan pembacaan Maulid Habsy yang dipimpin oleh para Habaib dan diteruskan dengan pembacaan biografi KH. Sholeh Nahrowi yang disampaikan oleh KH. Moh. Hasan Saiful Islam.

Beliau menjelaskan karomah al-marhum Non Kalem-sapaan KH. Sholeh Nahrowi-, waktu melaksanakan ibadah haji pernah bermimpi Rasulullah lima kali, KH. Moh Hasan Saifurridzall dua puluh lima kali, dan Nyai Hj. Himami Hafsawati tiga puluh kali. Termasuk akhlak Non kalem, beliau selalu ucapkan salam setiap bertemu umat islam. “Mau petani, pejabat, kyai, rakyat biasa, beliau selalu ucap salam, selama orang tersebut muslim,” kenang Kiai yang akrab disapa Non Beng ini.

Habib Hasyim dalam pidatonya, mengingatkan umat islam agar selalu berbuat baik dari hari ke hari dengan mendekatkan diri pada Ulama, dan selalu menghadiri pengajian. “Barang siapa hadir di pengajian dijamin tidak rugi, dan orang yang tidak mau sadar itu karena dirinya bodoh,” jelas Habib.

dalam pidatonya, Habib Rizieq juga menyampaikan bahwa Pesantren Zainul Hasan diyakini sebagai salah satu benteng paham aswaja di Indonesia. Beliau mewanti-wanti umat islam agar mampu memproteksi diri dan generasi dari golongan-golongan yang akan ‘mengkerdilkan’ islam. “Aswaja telah dikepung beberapa kekuatan besar, Yahudi, Nasrani, Wahabi dan Syiah rofidloh, dan golongan liberalis yang akan menguasai Negara dengan memprioritaskan aturan konstitusi dari pada ayat suci,” tegas Habib Rizieq dalam ceramahnya.

Dipenghujung acara haul, pembacaan surat Yasin dan tahlil di pimpin Habib Hasan bin Hud dari Pasuruan, jamaah mengikuti rangkaian acara dengan khusyu’. “Kami hadir ingin mendapat barokah dari haul ini,” harap Abdul Rozaq, alumni asal Probolinggo. [Mfd/Sh]

5.0
01
Previous Article

Resolusi Jihad Ekonomi Syariah

Next Article

Do’a Akhir Tahun Dan Awal Tahun; Santri Do’a Bersama

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: