Launching Alih Status Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (INZAH) Genggong-Kraksaan

1 Komentar Share:
Tandatangan Peresmian INZAH Oleh Prof. Dr. H. Nur Syam M. Si. dan KH. Moh Hasan Mutawakil Alallah SH.MM.
Tandatangan Peresmian INZAH Oleh Prof. Dr. H. Nur Syam M. Si. dan KH. Moh Hasan Mutawakil Alallah SH.MM.
Pemotongan Pita Peresmian Gedung rektorat Yang  Suadah Selesai
Pemotongan Pita, Peresmian, Gedung rektorat Yang Suadah Selesai

INZAH Kampus Khoiru Ummah, (the best of community), Lahirkan Lulusan berkarakter Aswaja dan Kebangsaan

KRAKSAAN-Pada tahun akademik 2014-2015 ini, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Zainul Hasan Genggong telah resmi beralih status menjadi Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (INZAH) Genggong. Perubahan status dari sekolah tinggi ke institut itu, ditandai dengan terbitnya SK Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama RI nomor 1856 tahun 2014, tanggal 2 April 2014 lalu.

Salah satu pendidikan tinggi yang berada di naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan (YPPZH) Genggong. Minggu,(21/09). Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo itu, menggelar launching atau peresmian alih status, dihalaman kampus INZAH yang beralamat di Jalan Raya Panglima Sudirman 360 Semampir, Kecamatan Kraksaan.

Selain dihadiri ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan (YPPZH) Genggong yang juga ketua tanfidziyah PWNU jawa Timur, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH. MM. Launching alih status itu, juga dihadiri para tamu istimewa. Diantaranya, Sekjen Kemenag RI, Prof. DR. H. Nur Syam, M.Si dan Kasubdit Kelembagaan dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti Kemenag RI, DR. H. Muh. Zain. Serta, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Drs. Mahfudh Shodar, M.Ag dan sejumlah pejabat penting lainnya.

KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH. MM dalam sambutannya mengatakan, INZAH hadir untuk memenuhi kebutuhan umat dan  memiliki niat untuk mencerdaskan bangsa. Tujuannya, menggembleng calon profesional dan generasi penerus bangsa dengan berbasis pesantren. “Harapan saya, kepada seluruh civitas akademika, makmurkan INZAH dengan tetap berkarakter ahlussunah wal jamaah (aswaja) dan nasionalisme kebangsaan. Sehingga, para santri atau mahasiswa INZAH bisa menjadi calon pemimpin yang memiliki karakter islam ahlussunnah wal jamaah dan berjiwa kebangsaan,” katanya.

Sekjen Kemenag RI, Prof. DR. H. Nur Syam, M.Si meyakini keberadaan INZAH akan mampu melahirkan kader-kader ulama di masa datang. Sebab, selain memberikan pengetahuan umum, INZAH juga memberikan pendalaman agama dalam sistem pendidikannya. “Saya selalu senang hadir dipesantren. Sebab, ada spirit yang luar biasa di pesantren. Saya yakin, kedepan INZAH akan menghasikan generasi emas yang tidak hanya ahli dalam sains dan teknologi. Tapi juga ahli dibidang ilmu agama. Selamat, atas peralihan status ini,” katanya dalam sambutannya.

Sementara itu, dengan peralihan status itu, INZAH juga telah membuka fakultas baru. Yakni, fakultas ekonomi dan bisnis islam. Fakultas ini memiliki dua Program Studi (Prodi) atau jurusan. Yakni, prodi S-1 Ekonomi Syari’ah dan Prodi S-1 Perbankan Syari’ah. Tahun ini pula, INZAH juga membuka dua prodi baru pada fakultas tarbiyah. Yakni, prodi S-1 Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA) dan prodi S-1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Total, dalam peralihan status itu, INZAH telah membuka empat prodi baru yang telah memiliki SK Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, tahun 2014. Empat Prodi baru itu, melengkapi tiga Prodi S-1 yang sudah ada sebelumnya. Yakni, prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan prodi Perbandingan Madzhab (PM) pada fakultas tarbiyah dan fakultas syariah.

Berdasarkan SK BAN-PT : 145/SK/BAN-PT/Akreditasi/S/V/2014, tanggal 23 Mei 2014, Prodi PAI dan PBA telah terakreditasi BAN-PT, masing masing dengan peringkat nilai B. “Alhamdulillah, prodi Perbandingan Madzhab juga telah terakreditasi BAN-PT dengan peringkat nilai B. Hingga saat ini INZAH telah memiliki 14 ruang perkuliahan dan kantor rektorat. Kami juga akan terus mengadakan pengembangan sarana dengan membangun 14 ruang lagi sehingga total menjai 24 ruang. Serta, akan melakukan pengembangan prodi baru lagi,” ungkap Drs. Abd Aziz Wahab, M.Ag Rektor INZAH Genggong-Kraksaan.

Menurutnya, INZAH memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya, penguatan karakter islam aswaja dan kebangsaan. Di INZAH, mahasiswa juga dibekali dengan program pendalaman Al Qur’an, Bahasa Arab, Inggris, Asmaul Husna dan baca kitab kuning dengan tiga metode. “Mahasiswa terpilih juga diberikan pendalaman baca kitab dengan makna bahasa inggris. Selain itu, bagi mahasiswa berprestasi, akan dikirim kepesantren pesantren untuk menjadi pengajar kitab kuning. Jangka panjangnya, INZAH merupakan sebuah kampus yang menjadi pusat pembelajaran kitab kuning dan menjadi kampus Khoiru Ummah (the best of community),” ungkapnya. (sh/adv)

Previous Article

Selamat Jalan KH. Ali Munip As’ad, Pengasuh Pesantren Zainul Hasan genggong

Next Article

OSBA 2014, Pesantren Zainul Hasan Genggong

Artikel Lainnya

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: