Tradisi Hataman Kitab Kuning di Bulan Suci Romadhan.

Tidak ada Komentar Share:
pengajian kitab oleh KH. saiful Islam
pengajian kitab oleh KH. saiful Islam

GENGGONG-Sudah bukan rahasia di bulan suci Ramadhan, setiap orang selalu menyambut datangnya bulan suci itu dengan berbagai kegiatan yang mengandung nilai ibadah. selalu menjadi momen special dalam keluarga, lingkungan sekolah dan kampus, termasuk bagi kalangan pesantren. Mentradisikan hataman kitab sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan santri yang tujuannya tak lain adalah ingin mendapatkan berkah (bertabarruk) di bulan Ramadhan.

Begitu pula Pesantren Zainul Hasan Genggong, mengaji kitab menjadi agenda yang tak pernah luput setian tahun. kegiatan ini mempertahankan atsar Pesantren Zainul Hasan, yang telah menjadi kebiasaan para pendiri Pesantren sejak zaman Almarhum KH. Zainal Abidin, Almarhum KH. Moh. Hasan, dan Almarhum KH. Hasan Saifourridzal.

“Khusus ngaji kitab ba’da shalat tarawih, kitab yang bernuansa tasawuf. Seperti yang di kaji tahun ini, kitab Risalatul Muawanah karangan Sayyid Syarif Abdullah bin Alwi bin Muhammad Al-hadad,” ujar Ahmad Rosuli Zaid, salah satu ustadz yang sudah 15 tahunan mengabdi di Pesantren Zainul Hasan.

Tak jauh beda dengan tahun sebelumnya, Tahun ini di Pesantren Zainul Hasan lebih fokus kepada pengajian kitab, karna setiap lembaga mulai dari tingkad dasar dan menengah juga Perguruan tinggi STIH, dan INZAH sedang libur semester, beda dengan tahun sebelumnya yang masih berbenturan dengan masuknya tiap lembaga. Jadi pengajian kitab kepada shohibul bait hanya fokus pada malam hari saja, namun Ramadhan kali mulai dari pukul 12.00 ba’da dzuhur sampai pukul 22.00 WIB.

Sementara kitab yang di kaji selama bulan ramadhan tahun ini, Diantaranya: kitab Naylul Barokah di bacakan oleh Gus Ahsan Qomaruzzaman pada jam 12.00-13.00 WIB, kitab Al-Muhlikatu Walmunjiat di bacakan oleh KH. Moh. Hasan Nauval jam 13.00-14.30, kitab Asrorus Sholat di bacakan oleh Gus Hasan Ahsan Malik jam 15.00-17.00, kitab Durrotun Nasihin di bacakan oleh KH. Moh. Hasan Saiful Islam pada 18.00-19.00, dan kitab Risalatul Muawanah di bacakan oleh Guru besar KH. Moh Hasan Mutawakkil Alallah, SH., MM. yang dijadwalkan setelah shalat tarawih (20.30-21-30 wib), semuanya dilaksanakan di masjid jami’ Al-Barokah Genggong.

Pengajian kitab ini di ikuti oleh semua santri putra dan putri, untuk putra di masjid jami’ Al-barokah dan putri di Aula Pesantren. Pengajian kitab ini membuat antusias para santri tinggi, sebab pengajian ini dibarengi dengan keterangan dan canda-tawa oleh para guru besar. Semoga rutinitas ini menjadikan sumber barokah di bulan suci Ramadhan. Amin (sh/af)

Tradisi Hataman Kitab Kuning di Bulan Suci Romadhan.
Nilai tulisan ini
Previous Article

Wanita yang Bertaubat dari Zina

Next Article

Marhaban Ya Romadhan

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: