Lailatul Qiroah Ke-9, Kiai Mutawakkil Launching Buku Berjudul “Cerdas Spiritual dengan Metode Ikrar Berkarakter Aswaja”

Tidak ada Komentar Share:
KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah melaunching buku dan membagikan kepada para kiai dan habaib yang hadir diacara lailatul qiroah
KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah melaunching buku dan membagikan kepada para kiai dan habaib yang hadir diacara lailatul qiroah

Genggong– Lailatul Qiro’ah dalam rangka haul Al-Marhumah Nyai Hj. Himami Hafsawaty yang ke-25, Sabtu (26/06). di halaman Pesantren Zainul Hasan. Runtinan 10 Ramadhan ini menampilkan qori’ dan qori’ah santri Zainul Hasan sebagai pembuka, dilanjut penampilan qori’-qori’ jam’iyatul qurro’ wilayah Jawa Timur.

Dalam kesempatan ini, KH. Mutawakkil Alallah, S.H., M.M. me-Launching buku barunya yang berjudul “Cerdas Spiritual dengan Metode Ikrar Berkarakter Aswaja”. Dan pembacaan SK ketua yayasan tentang pengangkatan KH. Hasan Naufal, S.Hi sebagai kepala MTs. Zainul Hasan periode 2015-2019.

Gus Boy -sapaan sehari-hari kepala MTs. Zainul Hasan yang baru dilantik- dalam sambutan panitia menjelaskan, maksud dan tujuan acara lailatul qiro’ah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW, dan memotivasi kita untuk bisa baca al-qur’an dengan baik. “Bukan hanya itu, tapi juga menghormati al-qur’an sebagai kitab suci yang mulia, agar tidak ada yang melecehkannya dari kalangan generasi muda,” tegasnya.

Mantan bupati Probolinggo yang sekarang menajabat sebagai DPR RI komisi VIII, sekaligus sebagai sesepuh kabupaten, Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si mengatakan, malam lailaul Qiro’ah tiada lain momentum tahunan memperingati haul Nyai Hj. Himami Hafsawaty atas inisiatif Al-marhum KH. Hasan Hafidzul Ahkam.

“Acara ini (lailaul Qiro’ah, red) sudah yang ke-9, mari kita jadikan keistiqomahan dalam mengajarkan anak-anak kita untuk lebih semangat lagi mempelajari baca Al-Qur’an,” imbuhnya. Dalam kesempatan ini, suami bupati aktif Hj. Puput Tatriana Sari, S.E, banyak menyingung kebijakan-kebijakan staretegis terkait ibadah haji dan pilkades.

KH. Husain Rifa’i dalam pidatonya menuturkan, bahwa al-qur’an bukan hanya kebenaran mutlak tapi juga merupakan keajaiban dan penolong, banyak contoh yang dinilai aneh tapi nyata dari Al-qur’an. Salah satunya yang beliau ketahui, surat Yasin mampu menyembuhkan orang yang sudah koma. “Al-qur’an adalah syifa’ (obat) untuk manusia,” jelas pengasuh pesantren Jabal Nur, Sidoarjo, Jawa Timur.

Beliau menyerukan umat islam agar menyeimbangkan dimensi fikir dengan dzikir supaya hidupnya lebih bahagia dan tenang. “Curhatlah dan menangislah pada Allah dengan keagungan al-qur’an, maka Allah akan mengabulkan segala hajat kita,” pungkasnya. [] Mfd/Hsn

KH. Husen Rifa'i memberikan ceramah agama kepada hadirin
KH. Husen Rifa’i memberikan ceramah agama kepada hadirin
Lailatul Qiroah Ke-9, Kiai Mutawakkil Launching Buku Berjudul “Cerdas Spiritual dengan Metode Ikrar Berkarakter Aswaja”
3 (60%) 2 votes
Previous Article

Wajib Syukuri Lahirnya Hari Santri

Next Article

Laporan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Tahun 2014-2015

Lainnya..

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: