Ryamizard Ryacudu Kembali Melestarikan Silaturrahim dengan Dunia Pesantren

Tidak ada Komentar Share:

Kedatangan Purn. Ryamizard Ryacudu di pesantren Zainul Hasan mendapat Sambutan meriah dari segenap santri Genggong dan beberapa kiai di probolinggo, termasuk KH. Hasan Saiful Islam selaku pengasuh. Meski kunjungan silaturrahim Purn. Jendral ini tidak ditemui pengasuh pesantren Zainul Hasan yang lain seperti KH. Mutawakkil Alalah dan KH Abdul Bar karena mereka menunaikan umrah ke tanah suci, hal ini tidak mengurangi kehangatan acara silaturrahim yang berlangsung.

Dalam pidato sambutannya, jendral yag pernah menjadi orang nomer satu di kodam brawijaya ini bersyukur bisa kembali mengunjungi pesantren Zainul Hasan. “Alhamdulillah, saya kembali bisa bersilaturrahim ke pesantren Zainul Hasan setelah belasan tahun”, ujar sahabat dekat presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Ketika ditanyakan alasan tidak mengunjungi pesantren belasan tahun, dan tiba-tiba kembali melakukan kunjungan oleh salah seorang pengunjung dalam sesi Tanya jawab, dengan tegas jendral yang berpenampilan sederhana ini mengungkapkan adanya ketakutan timbulnya fitnah. Sehingga belasan tahun ia menahan diri untuk kembali mengunjungi pesantren-pesantren di jawa timur yang sewaktu ia menjabat kepala Kodam Brawijaya Jawa Timur menjadi bagian rutinitas setiap minggu.

Meski di akuinya perjalanan bangsa ini masih menapaki jalan terjal karena banyaknya permasalahan bangsa seperti korupsi yang berkembang kuat dikalangan pejabat, namun ia yakin bahwa bangsa ini akan tetap bersatu dalam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga kepemimpinan bangsa kedepan, ia berharap para pemimpin benar-benar memperhatikan timbulnya konflik bersaudara dalam Negara ini. Terutama konflik akibat keinginan pemisahan diri daerah di wilayah Indonesia.

Bagi KH. Saiful Islam ketika memberikan kata sambutan, pemimpin ideal seperti Purn. Ryamizard Ryacudu harus menjadi contoh kepemimpinan di Negara ini. Bahwa kejujuran, sifat amanah, fatonah dan tablig cukup melekat dalam dirinya. Dan bila banyak pemimpin bangsa sebagaimana kepemimpinan mantan kepala kodam brawijaya ini, munculnya krisis moral akan mampu diminimalisir. (Staine)

1.0
01
Previous Article

DEPUTI Mentri BUMN Memberikan Kuliah Umum di Genggong

 

Artikel Lainnya

%d blogger menyukai ini: