Kementerian Agama Terapkan Konsep Islamic Boarding School

Tidak ada Komentar Share:

islamic boarding scoolTak dapat dipungkiri bahwa gaya hidup pelajar Indonesia mempegaruhi terhadap sistem pendidikan. Banyak data penelitian yang menyebutkan sekitar 80% pelajar mengikuti tren pergaulan bebas khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya dan Medan.

Hal tersebut senada dengan yang dikemukakan oleh Sastra Juanda, kepala sub. direktorat (kasubdit) Kesiswaan direktorat pendidikan madrasah di direkrotat jenderal pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia pada acara akhirus sanah pendidikan dasar dan menengah di Ponpes Zainul Hasan Genggong. Kegiatan ini digelar di halaman pondok pesantren. Kegiatan berlangsung antara pukul 10.00-14.00 WIB. Ratusan hadirin memadati lokasi kegiatan, terutama siswa yang dinyatakan lulus pada tahun ajaran lalu. Yakni pelajar MA Model, SMA Unggulan, MA, SMA, SMK, MTs, dan SMP dilingkungan pendidikan ponpes Zainul Hasan Genggong.

Salah satu konsep yang digagas kemenag RI untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya degradasi moral yang berkelanjutan dari dampak globalisasi, adalah dengan menerapkan konsep pembelajaran bercorak pesantren. Konsep ini dipandang sebagai langkah tepat dalam memproteksi kenakalan remaja dari tingkat kehidupannya yang paling bawah, dari cara orang tua mendidik anak-anaknya, hingga pada lingkungan pergaulannya sehari-hari.

Konsep pembelajaran bercorak pesantren, kini telah banyak diadopsi oleh sejumlah kalangan pendidikan dikota-kota besar. Namun konsep pondok pesantren lebih sederhanakan dan dikenal dengan istilah islamic boarding school. Sastra menambahkan, bahwa cara pengelolaan pendidikan pesantren yang baik dapat mendukung terhadap gaya hidup yang poitif. Dirinya juga mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan pengembangan jumlah penerima beasiswa dilingkungan kemenag. Khususnya pada kalangan pelajar yang berstatus santri. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memberi apresiasi kepada pelajar santri yang berprestasi di bidang masing-masing. Termasuk juga ketika hendak melangkah ke perguruan tinggi.

Previous Article

Sang Kyai

Next Article

Dahlan Berbagi Kisah dengan Santri Pesantren Zainul Hasan Genggong

Artikel Lainnya

%d blogger menyukai ini: