Tradisi Hataman Kitab: Upaya Mempertahankan Atsar Pesantren

Tidak ada Komentar Share:
KH. Hasan Saiful Islam Sedang Membaca Kitab Durratun Nasihi'in
KH. Hasan Saiful Islam Sedang Membaca Kitab Durratun Nasihi’in

Genggong (10/07)-Tradisi menghatamkan pengajian kitab di bulan Ramadlan adalah rutinitas pesantren-pesantren  tak terkecuali pesantren Zainul Hasan Genggong. Kegiatan  ini merupakan warisan  para pendahulu ulama salaf dari tahun ke tahun. “Takhtimul kutub berawal dari turats (tradisi: red) salafunas shaleh yang eksis mengisi kegiatan di bulan suci Ramadlan yang penuh hikmah dan magfirah dengan kegiatan yang bernafaskan islami,” jelas Ust. Rosuli kepala bagian Kediniyahan.

Di pesantren Genggong, kegiatan ini sudah ada sejak zaman Alm. KH. Zainal Abidin, KH. Moh. Hasan, KH. Hasan Saifourridzall dan dilanjutkan oleh beberapa pengasuh pesantren Zainul Hasan. “Tahqiqu qiroatil kutub dan hotmil kutub adalah kegiatan rutin guna mempertahankan atsar pesantren Zainul Hasan,” papar gus Alek waktu memberikan laporan pendidikan dalam rapat wali santri.

Para santri dan sebagian alumni menyambut tradisi ini dengan semangat, sudah banyak santri membeli kitab yang akan dibacakan pengasuh pesantren. “Saya beli 2 kitab saja untuk pengajian kitab bulan ini, karena untuk kitab Dzurrotunnasihin dan kitab Ahlussunnah saya sudah punya, jarang-jarang ada hataman kitab yang di bacakan kyai-kyai yang di tempuh setengah bulan, ya harus rajin ngajinya agar mendapat barokah,” jelas Nanang alumni MAK.

Biro kepesantrenan, Gus dr Moh. Haris Damanhuri, S.kep, saat memberikan laporan akhir tahun menjelaskan bahwa tradisi menghatamkan kitab pada tanggal 1 sampai 15 Ramadlan adalah kegiatan pembisaan santri agar lebih meningkatkan ibadah dan khazanah keislaman. Di bulan suci Ramadlan merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan belajar maknai kitab. “Pada tiap Ramadlan tiba, para santri lebih digalakkan ngaji kitabnya karena di bulan ini banyak shohibul bait yang mengisi pengajian kitab,” ungkap ust. Firdaus sub. Pengajian kitab.

Menurutnya, untuk tahun ini kitab yang akan dibacakan oleh keluarga pesantren sudah di sediakan, antara lain: Kitab Ahlussunnah Wa khosoisuhum Wa Ahlul Bid’ah dibacakan oleh Gus Ahsan Qomaruzzaman setelah shalat dzuhur (13.00-14.30 wib). Kitab Al-Mar’atus Sholihah dibacakan oleh Nun. Hassan Ahsan Malik ba’da shalat ashar (15.30-16.30 wib). Melanjutkan kitab Dzurrotun Nasihin dibacakan oleh KH. Moh. Hasan Saiful Islam setelah shalat magrib (18.00-19.00 wib) dan kitab Qomi’ut Tugyan dibacakan oleh KH. Moh Hasan Mutawakkil Alallah, SH., MM. yang dijadwalkan setelah shalat tarawih (20.30-21-30 wib), semuanya dilaksanakan di masjid jami’ Al-Barokah Genggong.  Semoga kegiatan di bulan berkah ini sarat barokah.Amin! (mfd)

Previous Article

Shalat Witir

Next Article

20 Tips Agar Anda Bisa Bangun Pagi

Artikel Lainnya

%d blogger menyukai ini: